REPUBLIKA.CO.ID, Seiring pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran, seorang profesor mendadak populer di internet lantaran analisis dan prediksi yang sampai membuatnya dijuluki sebagai 'Nostradamus China'. Dia adalah Profesor Xueqin Jiang yang membagikan prediksi-prediksinya secara reguler lewat akun YouTube, Predictive History.
Dilansir Lad Bible, akhir pekan lalu, Prof Jiang telah membuat tiga prediksi terkait perang AS-Israel vs Iran pada Mei 2024 yang kemudian terbukti benar satu per satu. Jiang biasa membuat prediksi terkait geopolitik luar negeri lewat materi ajarnya di sebuah sekolah menengah atas di Beijing sebelum mengunggahnya ke media sosial.
Dua prediksi pertamanya sudah terbukti benar terjadi. Yang pertama adalah Donald Trump akan menang Pemilu Presiden AS pada 2024, sementara yang kedua adalah AS akan berperang dengan Iran.
Pada Mei 2024, Prof Jiang yang merupakan lulusan The Yale College mengatakan, "Jika dia (Trump) menjadi presiden untuk periode kedua, akan sangat mungkin bahwa AS akan berperang dengan Iran."
Terbukti, pada 28 Februari 2026, AS dan Israel menyerang Iran yang ikut menjebloskan negara-negara di kawasan Timur Tengah dalam konflik. Hingga Ahad (15/3/2026), perang telah memasuki pekan kedua tanpa menunjukkan tanda-tanda akan adanya akhir perang atau setidaknya gencatan senjata.
Adapun, prediksi Prof Jiang yang ketiga dan belum terbukti adalah prediksi yang bagi 1,9 juta para pengikutnya di YouTube sebagai yang paling melawan arus kemungkinan, yakni AS kalah dan Iran akan menang perang.
Prediksi Jiang didasari atas skenario hipotesis perang, di mana menurutnya serangan AS terhadap Iran akan menjadi sebuah bencana, dengan mengatakan, "Prediksi besar ketiga adalah AS akan kalah dalam perang ini, yang mana akan mengubah tatanan dunia selamanya."
Guna mempertahankan tiga prediksinya itu, Jiang merujuk demografi Iran dan topografinya yang akan membuat upaya pendudukan jangka panjang di tanah Persia adalah kemustahilan. Berbicara di videonya, sang profesor mengeklaim, "Jika perang ini terjadi, sangat tidak mungkin Amerika akan memenangi perang ini."
Jiang membandingkan situasi Ekspedisi Sisilia pada 415 hingga 413 sebelum Masehi, di mana saat itu bangsa Athena melancarkan operasi militer untuk merebut Pulai Sisilia melawan Sparta, Syracusemda Corinth, yang berakhir pada kehancuran. Dalam membuat prediksi, Jiang menjelaskan bahwa dia menggunakan psiko-histori untuk memahami masa lalu dunia, prediksi masa depan, dan kontrol masa sekarang.

11 hours ago
10
















































