REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA — Kabupaten Majalengka menempati peringkat ketiga produsen jagung terbesar di Jawa Barat, didorong produktivitas lahan dan konsistensi pengembangan sentra produksi. Capaian ini memperlihatkan peran jagung sebagai komoditas unggulan daerah yang terus tumbuh.
Data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3 Kabupaten Majalengka) menunjukkan produksi jagung naik dari 112 ribu ton pada 2023 menjadi 132 ribu ton pada 2024.
Pada 2025, produksi kembali meningkat menjadi 134 ribu ton dengan luas areal tanam sekitar 18.456 hektare. Sementara target 2026 dipatok 112.111 ton dengan target tanam 15.460 hektare dan target panen 14.842 hektare.
Selisih luas tanam dan panen terjadi akibat panen lintas tahun, di mana tanam Oktober–Desember 2025 dipanen pada 2026, sedangkan tanam akhir 2026 baru panen 2027.
Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan, capaian tersebut mencerminkan posisi jagung sebagai komoditas unggulan yang berkembang. “Alhamdulillah, Majalengka mampu berada di peringkat tiga besar se-Jawa Barat dalam serapan jagung,” kata Gatot, Selasa (13/1/2026).
Gatot menjelaskan, peningkatan produksi ditopang kerja petani, penyuluh pertanian, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta kolaborasi dengan Polres Majalengka dan dukungan kebijakan pemerintah. “Kami terus mendorong produktivitas melalui pendampingan, bantuan benih, serta sarana dan prasarana pertanian,” ucap Gatot.
Sentra jagung tersebar di Kecamatan Majalengka, Bantarujeg, Maja, dan Banjaran. Pada 2025, Desa Sindanghurip, Kecamatan Bantarujeg, menerima satu unit corn sheller dan bantuan benih APBN untuk 80 hektare atau sekitar 1.200 kilogram yang disalurkan ke lima kelompok tani.
“Bantuan ini meningkatkan efisiensi panen dan berdampak langsung pada serapan jagung,” tambah Gatot.
Petani jagung Bantarujeg, Maman (45), mengaku terbantu oleh dukungan pemerintah daerah. “Dengan bantuan benih dan alat pertanian, produksi lebih baik dan hasil panen terserap. Mudah-mudahan dukungan ini berlanjut,” ujarnya. Maman berharap harga jagung tetap stabil agar kesejahteraan petani meningkat.

3 hours ago
2













































