Ramadhan Leadership Camp Jadi Bekal Wawasan Kebangsaan bagi ASN demi Ketahanan Nasional

3 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Ramadhan Leadership Camp (RLC) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada 22-28 Februari 2026. Acara ini dirancang sebagai pembekalan komprehensif bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan. Sebanyak 938 peserta hadir, terdiri dari pejabat struktural, kepala sekolah, direksi BUMD, dan panitia pelaksana.

Mereka tidak hanya mendapatkan materi teknis, tetapi juga kesempatan langka untuk berdialog langsung dengan para menteri dan institusi negara. Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) turut hadir untuk berbagi wawasan.

Salah satu materi kunci datang dari Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, yang menekankan bahwa pertahanan negara adalah tanggung jawab bersama. Ia hadir langsung untuk memberikan penguatan kepada para ASN di lingkup Pemprov Sulsel.

“Retreat selama satu minggu ini, dengan berbagai kegiatannya, saya rasa bisa meningkatkan kemampuan para ASN. Mereka di-charge lagi. Yang tadinya mulai luntur, diberikan kembali pemahaman, sehingga nasionalisme mereka akan bangkit kembali,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.

Donny Ermawan menegaskan bahwa modal utama pertahanan adalah persatuan. Menurutnya, tugas menjaga kedaulatan negara tidak hanya berada di pundak TNI dan Polri, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk ASN dalam menjalankan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menjelaskan bahwa pembekalan ini juga bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman ASN terhadap program prioritas Presiden dan pemerintah daerah, serta memperkuat sinergi antara pusat dan daerah. Lebih dari itu, ia menitikberatkan pada pembinaan karakter dan akhlak.

“Pembekalan ini untuk membentuk ASN yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Gubernur.

Kepala BPSDM Sulsel, Muhammad Jufri, menambahkan bahwa bulan suci Ramadhan dipilih sebagai momentum yang tepat untuk menginternalisasi nilai-nilai amanah, kejujuran, dan kedisiplinan. “Kegiatan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis dan manajerial, tetapi juga pada dimensi integritas, karakter kepemimpinan, dan penguatan spiritual ASN,” katanya.

Para peserta mengikuti serangkaian materi strategis, seperti kebijakan nasional bertajuk "Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Asta Cita", wawasan kebangsaan, swasembada pangan, hingga kajian spiritual tentang Rukun Iman. Untuk memastikan efektivitasnya, setiap materi dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Adapun aspek spiritual diukur melalui setoran hafalan Juz 30 yang dilakukan sebelum salat tarawih berjamaah.

Read Entire Article
Politics | | | |