Sinergi Nasional Percepat Penurunan Stunting: Dari Safari Ramadhan hingga Program Orang Tua Asuh

3 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digalakkan di berbagai penjuru Indonesia melalui kolaborasi pemerintah daerah, sektor swasta, dan program nasional. Memasuki tahun 2026, berbagai inovasi mulai dari gerakan sosial hingga integrasi program makan bergizi menunjukkan hasil yang signifikan.

Di Provinsi Jambi, Gubernur Al Haris memanfaatkan agenda Safari Ramadhan 1447 Hijriah sebagai sarana aksi nyata. Bertempat di Masjid Nurusa'adah Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (21/2/2026), Gubernur menyalurkan paket bantuan stunting yang dihimpun melalui program "ASN Peduli Stunting", Baznas, dan CSR Bank 9 Jambi.

"Safari ini kami lakukan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat. Kami ingin memastikan kawasan penyangga kota seperti Jaluko tumbuh menjadi pusat ekonomi baru dengan kualitas kesehatan masyarakat yang terjaga," ujar Al Haris. Selain sembako, bantuan juga menyasar kebutuhan masjid, anak yatim, dan kaum duafa di sekitar lokasi vital seperti pusat perguruan tinggi dan gerbang tol.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) terus mendorong penanganan stunting di delapan kabupaten. Plt Kepala DP2KB, Isak Yikwa, menyebutkan bahwa prevalensi stunting di wilayahnya masih berada di angka 37,5 persen, dengan perhatian khusus pada Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Nduga.

Pemerintah provinsi kini mengoptimalkan distribusi makanan bergizi tambahan yang sebelumnya dikelola Dinas Kesehatan. "Penanganan stunting adalah prioritas utama untuk menyukseskan visi Indonesia Emas 2045. Koordinasi antar-OPD terus diperkuat agar intervensi gizi sampai ke anak-anak yang membutuhkan di daerah terpencil," tegas Isak.

Pangkalpinang: Dampak Positif Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kabar baik datang dari Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Kasus stunting di daerah ini turun drastis dari 600 anak pada 2024 menjadi tersisa 200 anak pada Oktober 2025. Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Agustu Affendi, menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, menyusui, dan balita (3B) memberikan dampak positif.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |