Realisasi Investasi Danantara Lampaui Target Pemerintah

2 hours ago 5

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menegaskan capaian diplomasi investasi Indonesia dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti efektivitas strategi proaktif dan kolaboratif pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan komitmen Danantara sebagai sovereign wealth fund dalam mendorong kontribusi investasi yang nyata dan berdampak langsung bagi perekonomian nasional. Ia mengungkapkan realisasi investasi Danantara pada tahun lalu melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau kita lihat realisasi tahun lalu, target investasi kita sekitar Rp 1.905 triliun dan realisasinya mencapai Rp 1.937 triliun. Ini bukan sekadar memorandum of understanding (MoU), tetapi investasi yang benar-benar sudah direalisasikan, sudah dibelanjakan, dan menghasilkan penyerapan tenaga kerja sekitar 2,7 juta orang,” ujar Rosan di Menara IDN, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, realisasi investasi tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan menyampaikan capaian itu berkontribusi sekitar 28–29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Rosan menekankan pentingnya investasi riil yang memiliki efek berganda. Ia menjelaskan Danantara mengusung strategi investasi berimbang melalui berbagai program, baik di dalam maupun luar negeri, dengan fokus pada keberlanjutan dan penguatan kemandirian ekonomi.

“Dengan adanya Danantara, kita memiliki sejumlah program investasi, baik di dalam negeri maupun luar negeri, yang berorientasi pada keberlanjutan dan pengurangan ketergantungan impor, baik energi maupun sektor lainnya,” sambung Rosan.

Ia mencontohkan Danantara mengombinasikan investasi padat modal dan padat karya untuk memaksimalkan dampak ekonomi dan sosial. Salah satunya terlihat pada investasi di sektor mineral yang bersifat padat modal, tetapi memiliki kontribusi penyerapan tenaga kerja yang relatif lebih kecil.

“Namun, kita juga melakukan investasi di sektor lain, seperti kelapa, dengan nilai sekitar 500 juta dolar AS yang mampu menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja,” ungkap Rosan.

Read Entire Article
Politics | | | |