REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M Sarmuji, mengingatkan seluruh Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI untuk senantiasa memegang teguh fatsun politik dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai bagian dari koalisi pemerintahan.
Fatsun politik tersebut, katanya di hadapan para Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI dalam peringatan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (13/02), penting untuk menjaga soliditas, tanggung jawab, serta efektivitas pemerintahan dalam bekerja untuk kepentingan rakyat.
Ada empat prinsip fatsun politik yang perlu menjadi perhatian seluruh Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Pertama, jangan menyerang Presiden dan Wakil Presiden. Sebagai mitra koalisi, menjaga kehormatan dan kewibawaan kepala negara dan kepala pemerintahan merupakan bagian dari tanggung jawab politik bersama.
"Namun demikian, hal ini tidak berarti menghilangkan sikap kritis. Dalam spektrum berbicara, terdapat berbagai tingkatan, mulai dari memuji secara berlebihan di satu sisi, hingga menghujat, mencaci, dan mencerca di sisi lain."
Fraksi Partai Golkar, Sarmuji menekankan, mendorong posisi yang sehat dan konstruktif, yaitu mengapresiasi dengan kritis dan mengkritisi secara objektif, bukan dengan serangan atau hujatan yang merusak kehormatan institusi dan kualitas demokrasi.
“Kritik harus diarahkan agar program Pemerintah dapat berjalan dengan baik dengan mengurangi kekuarangan jika ada,” kata dia di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Kedua, jangan menyerang kawan sendiri. Sesama mitra koalisi adalah partner dalam memperjuangkan agenda pemerintahan dan kepentingan rakyat.
"Kritik yang konstruktif diperbolehkan, bahkan dianjurkan, selama disampaikan dengan argumen, data, dan konsepsi banding yang jelas," ujarnya.
Ketiga, jangan menyoal yang sudah diputuskan negara dan sedang berjalan. Keputusan negara yang telah melalui proses konstitusional dan sedang dilaksanakan harus dihormati bersama.
"Energi politik harus difokuskan untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan efektif, memberi manfaat nyata bagi rakyat, serta memperbaiki hal-hal teknis yang masih perlu disempurnakan, bukan untuk mempertanyakan kembali legitimasi keputusan yang sudah final," katanya.
Keempat, jangan mengubah yang sudah diputuskan koalisi. Setiap keputusan koalisi merupakan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama yang didasarkan pada pertimbangan matang.
Konsistensi terhadap keputusan bersama merupakan fondasi kepercayaan dan stabilitas politik yang penting untuk keberhasilan pemerintahan.
Sarmuji, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Golkar, menegaskan bahwa sebagai mitra koalisi, Fraksi Partai Golkar justru memiliki privilege yang tidak dimiliki oleh pihak di luar pemerintahan, yaitu keterlibatan sejak tahap perencanaan.
Dengan keterlibatan sejak awal, Fraksi Partai Golkar memiliki ruang yang luas untuk memberikan masukan, mengingatkan, dan memastikan agar setiap program benar-benar bermanfaat bagi rakyat.
“Kontrol yang kita miliki sebagai mitra koalisi sesungguhnya lebih awal dan lebih substantif, karena kita terlibat sejak tahap perencanaan dan pembahasan. Kita dapat mengingatkan sejak awal mana program yang bermanfaat bagi rakyat, dan mana yang perlu disempurnakan atau dihindari,” ujarnya.
sumber : Antara

2 hours ago
2















































