Tiga Perpustakaan di Aceh, Babel, dan Kaltim Pacu Literasi dengan Inovasi dan Akreditasi

2 hours ago 2

Perpustakaan UNM berperan sebagai penjaga kualitas pengetahuan. Akses terhadap jurnal ilmiah, buku digital, database riset, hingga repositori institusi membantu sivitas akademika mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memilah sumber tepercaya, serta membaca persoalan geopolitik secara komprehensif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh baru saja meraih akreditasi unggul atau peringkat A dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Predikat bergengsi ini diraih setelah melalui berbagai tahapan evaluasi ketat yang puncaknya adalah proses visitasi dan penilaian oleh tim asesor pada 18 Desember 2025.

Tim asesor yang terdiri dari Yoyo Yahyono, Eka Meifrina, dan M Abdul Hafidh melakukan penilaian mendalam terhadap berbagai aspek pengelolaan perpustakaan. Aspek yang dievaluasi meliputi koleksi, sarana dan prasarana, kualitas pelayanan, kompetensi tenaga perpustakaan, hingga inovasi dan tata kelola. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, perpustakaan UIN Ar-Raniry dinyatakan telah memenuhi standar nasional perpustakaan.

Sertifikat akreditasi dengan nomor AKR.03.00/5125/2025 resmi diterbitkan pada 23 Desember 2025 dan akan berlaku untuk lima tahun ke depan. Kepala Perpustakaan UIN Ar-Raniry, Suherman, menyatakan rasa syukurnya. "Kita berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan sesuai standar nasional," ujarnya di Banda Aceh, Jumat.

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman, turut mengapresiasi pencapaian ini. Ia menegaskan komitmen penuh kampus untuk terus mendukung pengembangan perpustakaan sebagai pusat literasi dan penguatan akademik mahasiswa. "Anggaran untuk pengelolaan perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh terus ditingkatkan guna menunjang kualitas layanan dan koleksi," tegasnya. Dengan raihan ini, perpustakaan UIN Ar-Raniry resmi menjadi salah satu perpustakaan perguruan tinggi di tingkat nasional yang terstandar mutu pengelolaan dan layanannya.

Di wilayah lain, upaya peningkatan literasi juga gencar dilakukan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, misalnya, menghadirkan wahana belajar dan membaca yang menyenangkan di perpustakaannya. Inovasi ini dilakukan untuk menarik minat masyarakat, khususnya para siswa, agar lebih sering berkunjung dan memanfaatkan layanan perpustakaan.

"Kami selalu memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada para pelajar yang berkunjung ke Perpusda agar mereka semakin tertarik datang dan memanfaatkan berbagai bahan bacaan yang disiapkan," kata Kepala DPK Kabupaten Bangka Barat, Faropuk Yohansyah, di Mentok, Jumat. Para pelajar yang datang secara berkelompok akan mendapatkan bimbingan dari pustakawan untuk memanfaatkan berbagai wahana yang tersedia, yang disesuaikan dengan kelompok usia mereka.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |