REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK— Sebanyak 50 perempuan pelaku UMKM yang sebagian besar merupakan pelaku usaha di bidang makanan dan minuman serta sektor fashion, jasa, dan kerajinan (craft) mengikuti pelatihan dan literasi keuangan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ruang Amal Indonesia bekerja sama dengan IFG Life, Inhealth, dan DPLK IFG Life di Semusim Cafe and Eatery, Depok ini bertajuk “Jago Jualan Saja Enggak Cukup, Saatnya Cerdas Atur Uang”.
Pelatihan yang berlangsung Rabu (3/6/2026) ini, bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha secara lebih baik.
Ini mulai dari pencatatan keuangan, pengelolaan arus kas, perencanaan dana darurat, hingga pemanfaatan layanan keuangan digital untuk mendukung pengembangan usaha.
Dalam sambutannya, Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi, menyampaikan bahwa literasi keuangan merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan UMKM dan ketahanan ekonomi keluarga.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola ekonomi keluarga sekaligus menjalankan usaha. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku UMKM dapat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat sehingga usaha yang dijalankan dapat tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ruang Amal Indonesia menekankan bahwa banyak UMKM menghadapi tantangan bukan pada kualitas produk, melainkan pada pengelolaan keuangan yang belum optimal.
Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan menjadi langkah penting untuk mendorong UMKM yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, menyampaikan bahwa perempuan menjadi figur yang penting dalam ketahanan ekonomi keluarga, terlebih jika mereka juga pelaku UMKM.
“Literasi keuangan adalah hal mutlak yang harus dipahami oleh para perempuan pelaku UMKM agar pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah,” tutur dia.
Salah satu peserta pelatihan, Vini Islami, pelaku UMKM kuliner di Depok, mengungkapkan bahwa selama ini dirinya sudah menjalankan usaha, namun mengalami kendala dalam pengelolaan keuangan karena bercampurnya dana usaha dengan keuangan rumah tangga.
Menurutnya, hal ini umum terjadi di lingkungan pelaku UMKM. Oleh karena itu, setelah mengikuti pelatihan ini ia berkomitmen untuk mengelola keuangan secara lebih profesional, terutama terkait pengelolaan keuntungan agar usahanya dapat meningkat.
Selain mendapatkan materi terkait literasi keuangan, para peserta juga mendapatkan pemaparan terkait dengan perencanaan dana pensiun dan perencanaan dana darurat untuk mendukung keberlanjutan ekonominya.
Melalui kolaborasi ini, Ruang Amal Indonesia, IFG Life, Inhealth, dan DPLK IFG Life berharap dapat terus mendukung pemberdayaan perempuan melalui penguatan kapasitas ekonomi dan pengembangan UMKM yang berdaya saing.

1 day ago
19

















































