REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV-Media-media Israel pada Rabu (30/7/2026) melaporkan, mengutip seorang pejabat senior Israel, bahwa pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa membahas tiga opsi terkait Iran: kesepakatan diplomatik, peningkatan tekanan ekonomi, atau serangan militer berskala besar.
Pejabat tersebut menjelaskan bahwa tekanan ekonomi terhadap Teheran terus meningkat. Namun, opsi militer masih tetap berada di atas meja.
Menurutnya, Iran yang saat ini berada dalam kondisi melemah dan terhalang untuk melakukan konfrontasi langsung dengan Israel, memahami bahwa setiap serangan terhadap Israel akan dibalas dengan kekuatan yang sangat besar.
Ia juga menyebutkan bahwa Netanyahu menegaskan kepada Trump bahwa tujuan utama Israel adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir, bukan mendorong terjadinya konfrontasi militer.
Menurut sumber yang sama, dikutip Aljazeera, Iran masih melakukan pengayaan uranium di fasilitas yang dikenal sebagai "Jabal al-Fa's" (Gunung Kapak).
Meski demikian, proyek nuklir Iran disebut telah menerima pukulan berat setelah sekitar 20 ilmuwan nuklir tewas dan sejumlah fasilitas sentrifugal mengalami kerusakan.
Pejabat itu juga mengungkapkan bahwa kemampuan Iran dalam memproduksi rudal balistik telah menurun. Namun, berdasarkan estimasi yang ada, Teheran masih memiliki sekitar 1.500 hingga 1.600 rudal balistik.
Pejabat politik senior tersebut juga menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mujtaba Khamenei, dipastikan masih hidup.
Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya beredar laporan yang menyebutkan kemungkinan ia meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, pada awal perang.
Dalam isu lain, pejabat tersebut mengatakan bahwa Netanyahu menunjukkan kepada Trump sejumlah peta yang menggambarkan bahwa keberadaan pasukan Israel di Suriah bersifat terbatas dan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keamanan, menurut klaim Israel.
Ia juga mengungkapkan bahwa Israel sedang mempertimbangkan pelaksanaan operasi militer tambahan di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki. Netanyahu disebut telah menginstruksikan institusi keamanan Israel untuk menyiapkan rencana terkait hal tersebut.

7 hours ago
6












































