Terungkap Ini Mengapa Dahiyeh Selatan Lebanon Jadi Sasaran Amukan Israel yang Dihajar Hizbullah

3 days ago 25

Bangunan gedung hancur setelah serangan udara Israel menghantam Dahieh, Beirut, Lebanon, Rabu (6/5/2026) waktu setempat. Serangan udara Israel menyebabkan kerusakan parah di Beirut, Lebanon, menghancurkan bangunan pemukiman, infrastruktur, dan kendaraan. Lebih dari 2.700 warga Lebanon tewas dan 8.310 lainnya terluka akibat serangan Israel. Unit Manajemen Bencana Lebanon menyatakan, lebih dari 31.530 keluarga telah mengungsi ke tempat penampungan kolektif sejak eskalasi dimulai pada 2 Maret.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT— Di pinggiran selatan Beirut, tempat kebun-kebun lemon dahulu membentang sejauh mata memandang dan desa-desa tenang tersebar di antara lahan pertanian, tidak ada yang membayangkan bahwa kawasan itu suatu hari akan menjadi salah satu wilayah paling berpengaruh dalam kehidupan politik Lebanon.

Dahiyeh Selatan Beirut—yang kemudian identik dengan Hizbullah—tidak lahir dengan identitas tersebut. Kawasan ini terbentuk melalui proses panjang yang dipengaruhi perubahan demografi, peperangan, dan berbagai krisis sosial yang membentuk wajahnya hingga seperti sekarang.

Pada dekade 1960-an, Dahiyeh Selatan belum merupakan satu kawasan yang utuh. Wilayah ini terdiri dari sejumlah desa dan permukiman yang terpisah, seperti Haret Hreik, Burj al-Barajneh, Chiyah, dan Ghobeiry.

Pada masa itu, wilayah Lebanon selatan dan Lembah Bekaa masih menghadapi keterbelakangan pembangunan serta minimnya lapangan pekerjaan.

Kondisi tersebut semakin memburuk setelah berdirinya negara Israel pada 1948, yang memicu berbagai gejolak ekonomi dan berdampak besar pada kawasan selatan Lebanon.

Dalam upaya mencari kehidupan yang lebih baik, ribuan warga Lebanon mulai bermigrasi ke pinggiran Beirut, tempat harga tanah masih relatif murah.

Perlahan-lahan, lahan pertanian menyusut dan digantikan oleh bangunan-bangunan hunian. Dari sinilah terbentuk kawasan urban yang terus berkembang di selatan ibu kota.

Perubahan terbesar terjadi setelah pecahnya Perang Saudara Lebanon pada 1975.

Beirut terbelah menjadi dua wilayah yang dipisahkan oleh "garis kontak" atau garis pertempuran. Kawasan-kawasan yang sebelumnya dihuni berbagai kelompok masyarakat berubah menjadi arena konflik terbuka.

Read Entire Article
Politics | | | |