Tina Wiryawati Harap Anak Muda tidak Tinggalkan Budaya Sunda

6 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Anggota DPRD Jawa Barat, Tina Wiryawati mengajak generasi muda terus menjaga dan melestarikan budaya Sunda di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Ia menyampaikannya saat sapa warga berbasis budaya di Kabupaten Kuningan.

Dalam kegiatan tersebut, Tina tidak hanya berdialog dengan masyarakat, juga menghadirkan nuansa budaya Sunda melalui berbagai ekspresi tradisi lokal.

Menurutnya, pendekatan budaya menjadi cara efektif untuk mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Tina menilai, generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar berupa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Di satu sisi, kemajuan tersebut membawa banyak manfaat.

Namun di sisi lain, jika tidak disikapi dengan bijak, bisa membuat generasi muda perlahan menjauh dari akar budayanya sendiri. “Budaya Sunda identitas kita. Jangan sampai generasi muda kehilangan jati diri hanya karena terlalu larut dalam budaya luar,” ujar Tina, Senin (16/3/2026) .

Ia menegaskan, budaya bukan sekadar simbol atau tradisi seremonial, melainkan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Nilai seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh, menurutnya, merupakan filosofi luhur masyarakat Sunda yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan sapa warga berbasis budaya tersebut, Tina berharap masyarakat, khususnya kalangan muda, semakin mencintai dan memahami kebudayaan daerahnya. Ia juga mendorong agar berbagai kegiatan kebudayaan lebih sering digelar di tengah masyarakat, baik di tingkat desa maupun kabupaten.

Menurut Tina, pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau komunitas seni saja, tetapi membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Generasi muda, kata dia, memiliki peran penting sebagai penerus yang akan menjaga keberlanjutan tradisi dan nilai-nilai budaya Sunda di masa depan.

Ia juga menilai bahwa budaya Sunda memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kekuatan sosial sekaligus ekonomi kreatif. Berbagai bentuk kesenian tradisional, kuliner khas, hingga bahasa daerah dapat menjadi identitas yang membanggakan sekaligus peluang bagi pengembangan sektor pariwisata.

“Kalau budaya kita kuat, identitas kita juga kuat. Bahkan budaya bisa menjadi daya tarik yang luar biasa bagi daerah,” kata Tina

Dalam kesempatan itu, Tina juga mengajak para orang tua dan tokoh masyarakat bersama-sama menanamkan kecintaan terhadap budaya Sunda sejak dini kepada anak-anak. Menurutnya, pendidikan budaya tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ia berharap generasi muda Jawa Barat tidak merasa malu menggunakan bahasa Sunda, mengenal kesenian tradisional, serta memahami nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Budaya Sunda jangan sampai hanya menjadi cerita masa lalu. Kita harus memastikan budaya ini tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan yang mengedepankan pendekatan budaya tersebut, Tina berharap hubungan antara masyarakat dan nilai-nilai tradisi lokal semakin kuat, sehingga budaya Sunda tetap terjaga dan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat di tengah perubahan zaman.

Read Entire Article
Politics | | | |