Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan

4 hours ago 6

loading...

Memanfaatkan hasil laut nelayan pesisir Kotabaru dan Pelaihari, Firli Norachim dan sang istri berkomitmen untuk mengangkat potensi kuliner lokal Kalimantan Selatan ke tingkat nasional. Foto/Dok

JAKARTA - Di tengah pandemi pada 2020, saat banyak pelaku usaha kecil menghadapi ketidakpastian, Firli Norachim, pengusaha UMKM di Banjarmasin, bersama sang istri, Ani Andriani, memulai Mama Khas Banjar, toko aneka oleh-oleh khas Kalimantan, dengan tujuan mengubah nasib di masa sulit. Berawal dari usaha rumahan, UMKM penghasil ikan asin ini dapat berjalan dengan memaksimalkan digitalisasi, termasuk memperoleh akses permodalan melalui GrabModal Mantul by OVO Finansial .

Dari Rumah Kontrakan hingga Miliki Belasan Karyawan

Mama Khas Banjar bermula pada 2020 dari sebuah rumah kontrakan sederhana. Memanfaatkan hasil laut nelayan pesisir Kotabaru dan Pelaihari, Firli Norachim dan sang istri berkomitmen untuk mengangkat potensi kuliner lokal Kalimantan Selatan ke tingkat nasional. Nama usaha ini membawa fi losofi mendalam: “ada cinta di setiap olahan mama”, sebuah representasi kehangatan masakan rumah dan kampung halaman.

Perjalanan ini dilewati dengan penuh perjuangan. Di awal merintis, Firli harus merelakan tabungan emasnya senilai Rp5 juta sebagai modal awal. Baca Juga: OVO Ajak Mahasiswa Unsoed Bangun Kebiasaan Finansial Sehat saat ICC 2026

Situasi kian menantang karena keduanya masih berstatus karyawan aktif-Firli di bidang farmasi dan istrinya di industri kosmetik. Sepulang kerja, barulah mereka membagi waktu untuk mengemas produk dan mengurus pesanan.

“Dulu, modal, tenaga, dan waktu kami sangat terbatas. Namun, keterbatasan itu bukan alasan untuk berhenti,” kenang Firli.

Lewat ketekunan, usaha yang awalnya hanya mengelola 20 kilogram ikan asin per bulan kini melonjak tajam menjadi 1-2 ton per bulan. Pertumbuhan ini juga mendorong Mama Khas Banjar untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk, termasuk abon ikan yang awalnya hanya diproduksi dari 5 kilogram bahan baku dan kini terus meningkat seiring meningkatnya permintaan.

Secara bertahap, tempat usaha mereka ikut bertransformasi; mulai dari memperluas rumah kontrakan, menyewa ruko satu pintu, hingga kini sukses mengoperasikan dua outlet resmi dan mempekerjakan 17 karyawan. Kini, Mama Khas Banjar telah menjadi pusat oleh-oleh modern yang menawarkan aneka buah tangan khas, mulai dari abon, amplang, sambal, sirup lokal, dodol, hingga frozen food.

Melek Digital, Produk Mama Khas Banjar Jangkau Banyak Pelanggan Lewat GrabMart

Mama Khas Banjar berkembang dengan semangat beradaptasi. Di tengah pembatasan aktivitas akibat pandemi, Firli dan sang istri fokus mengembangkan penjualan online melalui marketplace untuk menjangkau pelanggan hingga ke luar Kalimantan.

Read Entire Article
Politics | | | |