Unsoed Dorong Universitas Dukung Proses Transformasi Digital Nasional

8 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID,PURWOKERTO -- Future Link 2025 menghadirkan Staf Khusus dari lintas kementerian dalam sebuah forum yang membahas arah transformasi digital Indonesia. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, pimpinan Universitas Jenderal Soedirman, perwakilan organisasi alumni, serta ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Para narasumber yang hadir terdiri dari Staf Khusus Menteri PANRB, Pandu Kartika; Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan; Staf Khusus Menteri Kebudayaan, Nissa Rengganis; Staf Khusus Menteri UMKM, Hasby Zamry; Kepala Biro BSSN, Brigjen Berty, dan Public Relations Huawei Indonesia, Niko Setiawan sebagai mitra industri teknologi yang terlibat dalam rangkaian kegiatan Unsoed Future Link 2025.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga termasuk KA Unsoed, Ikafu, Ikapol, BEM Unsoed, Sekolah Komunitas Bhineka Ceria, serta dukungan Huawei Indonesia dalam penguatan kapasitas talenta digital. Program ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan para pembuat kebijakan serta pelaku industri agar dapat memahami lanskap transformasi digital secara lebih komprehensif.

Dalam sambutannya, Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital menyampaikan bahwa kehadiran para staf khusus dari berbagai kementerian menjadi simbol kolaborasi multipihak untuk memastikan digitalisasi di semua sektor.

“Kementerian saat ini membutuhkan energi baru, dan kehadiran staf khusus muda menunjukkan bahwa pemerintah bergerak menuju pola pikir yang lebih terbuka, responsif, dan berbasis inovasi. Transformasi digital hanya bisa berhasil bila generasi muda terlibat langsung di dalamnya,” ungkap Nezar dalam siaran persnya.

Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Prof Akhmad Sodiq juga memberikan pandangan mengenai peran perguruan tinggi dalam mendukung proses transformasi digital nasional.

“Kampus memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi seperti Unsoed Future Link 2025 mempertemukan akademik, pemerintah, dan industri, sehingga mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana kebijakan dan teknologi berjalan saling mendukung,” ujar Rektor.

Ketua KA Unsoed sekaligus Anggota DPD RI, Bapak Abdul Kholik, juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan forum ini.

“Unsoed Future Link 2025 menunjukkan bahwa dunia pendidikan, pemerintah, dan industri dapat bekerja bersama untuk menyiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan digital. Alumni memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan akses pengetahuan dan jejaring yang relevan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa transformasi digital harus tetap berpihak pada kepentingan publik dan inklusivitas.

Para staf khusus muda dari berbagai kementerian sepakat bahwa transformasi digital membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dalam diskusi, mereka menekankan perlunya keterlibatan aktif mahasiswa sebagai penggerak transformasi digital multidemensi.

Perwakilan Huawei Indonesia dalam sesi yang sama juga menyampaikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas digital melalui pelatihan, program edukasi, dan ruang kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai arah kebijakan transformasi digital nasional, keamanan siber, perkembangan UMKM digital, serta peran budaya dalam memperkuat ekosistem kreativitas Indonesia. Forum ditutup dengan diskusi terbuka antara mahasiswa, narasumber, dan mitra industri mengenai langkah-langkah kolaboratif yang dapat diambil ke depan

Read Entire Article
Politics | | | |