Usai Saling Puji, Xi Jinping Beri Peringatan Keras untuk Trump Soal Taiwan

9 hours ago 11

Presiden China Xi Jinping didampingi Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto, serta Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un (kanan) di Tiananmen Square, Beijing, China, Rabu (3/9/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,BEIJING — Presiden China Xi Jinping menyampaikan peringatan keras mengenai potensi "bentrokan bahkan konflik" dengan Amerika Serikat terkait isu Taiwan. Xi ingatkan Presiden Donald Trump bahwa ketegangan atas pulau yang diklaim oleh Beijing tersebut dapat membahayakan hubungan antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Peringatan tegas tersebut disampaikan saat kedua pemimpin bertemu dalam pembicaraan tingkat tinggi di Beijing pada awal KTT dua hari mereka, Kamis (14/5/2026). Suasana ini kontras dengan pujian publik yang dilontarkan kedua pemimpin saat tiba dalam upacara penyambutan megah di Balai Besar Rakyat (Great Hall of the People), ibu kota China.

Negara adidaya yang bersaing ini memasuki KTT dengan perbedaan tajam pada sejumlah isu pelik, termasuk Taiwan, sengketa dagang, dan perang Iran. Meski demikian, baik Washington maupun Beijing berupaya memprioritaskan stabilitas hubungan bilateral setelah awal yang penuh gejolak pada masa jabatan kedua Trump.

Taiwan jadi garis merah

Salah satu sumber ketegangan yang terus berlanjut adalah Taiwan. Berdasarkan laporan dari Kementerian Luar Negeri China yang dikutip NBC News, Xi menekankan kepada Trump bahwa Taiwan adalah isu paling penting dalam hubungan AS-China.

Xi menyatakan bahwa jika isu ini ditangani dengan benar, hubungan kedua negara dapat tetap "stabil secara umum". "Jika tidak, kedua negara akan mengalami bentrokan bahkan konflik, yang menempatkan seluruh hubungan dalam bahaya besar," demikian pernyataan Xi kepada Trump menurut rilis resmi Beijing.

Isu Taiwan memang diperkirakan menjadi agenda utama dalam kunjungan kenegaraan dua hari oleh Trump—kunjungan pertama presiden AS ke China sejak terakhir kali ia melawat pada 2017 di masa jabatan pertamanya.

Read Entire Article
Politics | | | |