REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi proyek strategis untuk mendukung target swasembada garam nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor.
Saat meninjau kawasan tambak garam tersebut, Jumat, Gibran mengatakan kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun hingga kini masih belum mampu dipenuhi sepenuhnya oleh produksi dalam negeri.
“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya proyek yang ada di sini sangat penting sekali untuk memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri,” kata Gibran.
Menurut Wapres, proyek pengembangan garam di Rote Ndao menjadi bagian dari perhatian besar pemerintah terhadap penguatan swasembada pangan nasional yang ditekankan Presiden RI.
Selain mengejar target produksi garam nasional, Gibran juga meminta agar kawasan industri tersebut segera difungsikan agar dampak ekonominya dapat langsung dirasakan masyarakat sekitar.
“Kita ingin ini segera bisa fungsional. Kita ingin membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan multiplier effect dari pembangunan proyek ini benar-benar dirasakan warga,” ujarnya.
Tak hanya sektor garam, Wapres juga menyoroti potensi besar sektor rumput laut dan kampung nelayan di Rote Ndao. Ia memastikan usulan penguatan infrastruktur perikanan akan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.
Menurut Gibran, kawasan produktif perikanan di Rote Ndao perlu didukung fasilitas penunjang seperti cold storage, pabrik es slurry ice, hingga SPBU khusus nelayan guna memperkuat rantai distribusi hasil tangkap.
“Tempat-tempat yang produktif untuk perikanannya harus ada ruang pendinginnya, ada cold storage, ada pabrik esnya, dan juga SPBU khusus nelayan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga menerima laporan mengenai kondisi infrastruktur, layanan kesehatan, hingga kebutuhan revitalisasi puskesmas dan peningkatan fasilitas rumah sakit daerah di Rote Ndao.
Ia meminta pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.
sumber : Antara

9 hours ago
9

















































