REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Warga Kembangan, Jakarta Barat, mengajukan permintaan kepada Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk membangun turap beton di sepanjang bantaran Kali Sepak guna mengantisipasi banjir di wilayah tersebut. Permintaan ini disampaikan oleh Junaidi, Ketua RW 03 Kembangan Utara, yang menyatakan bahwa kawasan tersebut sangat rawan banjir.
"Karena kali ini sangat rawan membanjiri dan kalau banjir itu parah, jadi saya sih pengennya ya ada dibangun turap beton juga lah di sini," kata Junaidi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Junaidi menambahkan bahwa usulan pembangunan turap sudah sering disampaikan kepada perwakilan di kelurahan maupun kecamatan, namun hingga kini belum ada kejelasan. "Saya dari awal menjabat sudah langsung minta ada dibangun turap, udah ke lurah, ke camat, kemarin juga saya sampaikan langsung pas banjir," ujarnya.
Dalam rencana, Kali Sepak membutuhkan pembangunan sheet pile sepanjang sekitar 1,4 kilometer, meliputi aliran kali dari depan Pasar Kemiri hingga permukiman di dekat Kantor Wali Kota Jakarta Barat.
"Kalau permintaan kami, itu inginnya turap ini kurang lebih 1.400 meter, jadi memanjang di sepanjang aliran ini supaya enggak bikin banjir. Karena mayoritas permukiman itu lebih rendah dari kali, terutama sekitar empat RT di sepanjang aliran ini lebih rendah, jadi selalu langganan banjir paling lama," tambah Junaidi.
Permintaan Pembangunan Rumah Pompa
Selain turap, Junaidi juga berharap agar pemerintah membangun rumah pompa khusus di aliran air Kali Sepak. Hal ini diperlukan karena Kali Sepak, yang merupakan anak aliran dari Kali Angke, memerlukan waktu lama untuk surut setelah hujan deras.
"Kami juga pengennya sih ya ada rumah pompa gitu biar bareng sama turap juga," ungkapnya.
Aspirasi ini telah disampaikan langsung kepada Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, saat peninjauan Kali Sepak pada Selasa (13/1) lalu. Pemerintah berencana memasukkan pembangunan sheet pile sebagai bagian dari program penanggulangan banjir tahun 2026.
"Katanya sih akan direncanakan di tahun ini, anggaran segala macam juga. Nah, insyaallah mungkin tahun depan kali sudah bisa jadinya," kata Junaidi. Meski begitu, ia menyadari bahwa proyek pembangunan turap dan rumah pompa ini akan memakan waktu yang tidak sebentar.
"Kan bangun turap juga, apalagi panjang ya 1,4 km itu pasti enggak sedikit gitu anggarannya, lama juga proses pembangunannya," tutupnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
1















































