REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) Primandanu Febriyan Aziz mengungkapkan lima modus psikologis utama yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan penipuan atau scam untuk memanipulasi korban. Ia berharap masyarakat mewaspadai berbagai modus kejahatan finansial yang kerap digunakan.
“Pelaku scam umumnya tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memainkan sisi psikologis korban. Ada lima faktor utama yang sering dimanfaatkan,” jelas Primandanu dalam kegiatan media update, sosialisasi Indonesia Anti-Scam Center (IASC), dan inovasi keuangan digital bersama insan pers se-Kalimantan di Yogyakarta, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, modus pertama adalah ketidaktahuan korban. Dalam skema ini, pelaku, misalnya, berpura-pura menjadi petugas resmi, seperti petugas pajak, kepolisian, atau pihak yang mengaku mengurus layanan publik, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Korban yang kurang memahami prosedur sering kali langsung percaya ketika dihubungi oleh pihak yang mengaku sebagai aparat atau pejabat tertentu,” ujarnya.
Modus kedua adalah kepanikan atau ketakutan. Pelaku biasanya menyampaikan informasi mendesak yang bersifat emosional, seperti kabar anggota keluarga mengalami kecelakaan, sakit keras, atau membutuhkan biaya segera.
“Korban dibuat panik sehingga emosinya tidak stabil. Dalam kondisi itu, pelaku dengan mudah memengaruhi korban untuk mentransfer uang atau melakukan tindakan tertentu,” jelasnya.
Selanjutnya, modus ketiga memanfaatkan faktor kesepian yang kerap terjadi dalam kasus love scam. Menurut Primandanu, pelaku membangun kedekatan emosional melalui media sosial atau platform digital, kemudian secara perlahan meminta bantuan finansial.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi penipuan di era media sosial, karena foto maupun identitas digital sangat mudah dimanipulasi.
Kemudian modus keempat adalah keserakahan, yakni keinginan memperoleh keuntungan besar dalam waktu singkat dengan modal kecil. Tawaran investasi tidak masuk akal, pinjaman berbunga rendah, atau iming-iming keuntungan instan sering menjadi pintu masuk penipuan.

3 hours ago
3














































