3 Jenis Manusia yang Melintasi Jembatan Antara Surga dan Neraka Serta 5 Cara Selamat

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Perjalanan manusia melewati ash-shirath akan berbeda-beda, sesuai dengan perbedaan tingkat istiqamah mereka di atas jalan yang lurus selama hidup di dunia.

Rasulullah SAW membagi manusia yang melewati ash-shirath menjadi tiga kelompok. Beliau bersabda:

فناجٍ مُسَلَّم، وناجٍ مخدوش، ومكدوس في نار جهنم؛ حتى يمر آخرهم يُسْحَب سَحْبًا.

“Ada yang selamat tanpa mengalami apa pun, ada yang selamat tetapi terluka, dan ada yang tersungkur ke dalam api Jahannam. Hingga orang terakhir melewatinya dengan diseret.”( HR Bukhari Muslim)

1. Selamat tanpa cedera

Kelompok pertama adalah orang-orang yang selamat tanpa mengalami luka sedikit pun. Tidak ada sesuatu pun yang menimpa mereka ketika melewati ash-shirath.

Namun, mereka pun memiliki tingkatan yang berbeda-beda.

Rasulullah SAW bersabda:

فمنهم من يمُرُّ كلمح البصر، ومنهم كالبرق، ومنهم كالريح، ومنهم كالفرس الجواد، ومنهم من يعدو عدوًا، ومنهم من يمشي مشيًا، ومنهم من يزحف زحفًا

“Di antara mereka ada yang melewati ash-shirath secepat kedipan mata, ada yang seperti kilat, ada yang seperti angin, ada yang seperti kuda yang berlari kencang, ada yang berlari, ada yang berjalan, dan ada pula yang merangkak.” (HR Bukhari Muslim)

Dalam hadis lain disebutkan:

فيمر أوَّلُكم كالبرق، قال: قلت: بأبي أنت وأمي، أي شيء كمَرِّ البرق؟ قال: ألم تروا إلى البرق كيف يمُرُّ ويرجع في طرفة عين؟ ثم كمَرِّ الريح، ثم كمَرِّ الطير، وشَدِّ الرِّجال، تجري بهم أعمالهم، ونبيُّكم قائم على الصراط يقول: رب سَلِّم سَلِّم، حتى تعجز أعمال العباد، حتى يجيء الرجل فلا يستطيع السير إلا زحفًا

“Orang-orang yang pertama di antara kalian akan melewatinya seperti kilat.” Aku bertanya, “Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, seperti apakah perjalanan secepat kilat itu?”

Pernyataan Beliau menjawab, “Tidakkah kalian melihat bagaimana kilat melintas dan kembali dalam sekejap mata? Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung, kemudian seperti orang yang berlari. Mereka berjalan sesuai dengan amal mereka. Nabi kalian berdiri di atas ash-shirath seraya berdoa: ‘Ya Rabb, selamatkanlah, selamatkanlah.’ Hingga amal-amal manusia tidak lagi mampu membawanya dengan cepat. Sampai datang seseorang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak.”

Read Entire Article
Politics | | | |