4.800 Tentara Jerman Bersiap Siaga di Sayap Timur NATO

4 hours ago 6

loading...

Sebanyak 4.800 tentara Jerman bersiap siaga di sayap timur NATO. Foto/X

LONDON - Hanya beberapa kilometer dari perbatasan Belarusia, ribuan pasukan NATO berfokus pada satu tujuan: mempertahankan wilayah Aliansi di Lituania. Selama sekitar enam minggu, ribuan—sebagian besar dari militer Jerman—berlatih di Pabradė. Mereka menggunakan pesawat nirawak (drone), perangkat perang elektronik, kendaraan lapis baja berat, artileri, infanteri, helikopter, dan jet tempur untuk berlatih mempertahankan wilayah NATO dari pihak yang disebut militer sebagai "agresor konvensional".

Bagian utama dari Latihan Freedom Shield I adalah Brigade Lapis Baja ke-45 Jerman, yang juga dikenal sebagai Brigade Lituania. Lebih dari tiga tahun lalu, Jerman memutuskan untuk menempatkan sekitar 4.800 tentara secara permanen di Lituania paling lambat akhir tahun 2027. Terbagi di dua lokasi, brigade ini akan terdiri dari lima batalion.

Namun, siapakah sosok-sosok yang memilih untuk meninggalkan Jerman dan membantu mempertahankan sayap timur NATO ini? Euronews mendampingi dua tentara dari Batalion Tank 203 yang berbasis di Augustdorf, unit yang dijadwalkan untuk pindah ke Lituania pada akhir tahun 2027.

Sebuah plakat di Balai Kota Vilnius—yang saat ini tertutup oleh selubung konstruksi—memuat kutipan dari Kanselir Jerman Friedrich Merz: "Keamanan Lituania adalah keamanan kita juga. Melindungi Vilnius berarti melindungi Berlin."

Jerman telah mengerahkan pasukan untuk kelompok tempur multinasional NATO di Lituania sejak tahun 2017 sebagai bagian dari inisiatif enhanced Forward Presence (eFP) Aliansi tersebut, yang dibentuk sebagai tanggapan atas ancaman yang kian meningkat dari Rusia. Namun, pengerahan tersebut didasarkan pada model rotasi, di mana pasukan dan peralatan diganti secara berkala alih-alih ditempatkan secara permanen di negara itu.

Menyusul invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, Lituania mendesak adanya kehadiran NATO yang lebih kuat dan lebih permanen. Pada bulan Juni 2022, Kanselir Olaf Scholz saat itu berjanji bahwa Jerman akan memimpin sebuah brigade di negara tersebut. "Saya berjanji kepada teman-teman kami di Lituania bahwa Jerman akan memimpin brigade Bundeswehr yang tangguh, dengan kehadiran langsung di lapangan di Lituania serta kemampuan untuk segera diperkuat oleh pasukan dari Jerman jika terjadi krisis," ujar Scholz di hadapan Bundestag. "Itulah wujud nyata solidaritas antara sahabat dan sekutu."

Read Entire Article
Politics | | | |