56.652 Hektar Lahan Persawahan di Aceh Rusak Akibat Bencana Banjir Bandang dan Longsor

2 hours ago 2

Warga melihat saluran irigasi yang tertimbun lumpur di kawasan persawahan Desa Beuringen, Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (24/1/2026). Berdasarkan data sementara posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh, seluas 56.652 hektare lahan persawahan di 18 kabupaten dan kota rusak akibat bencana banjir bandang serta longsor pada akhir November 2025. (FOTO : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Buruh tani menanam padi di area persawahan yang tertimbun lumpur di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Sabtu (24/1/2026). Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengusulkan revitalisasi 11.929 hektare lahan persawahan kepada Kementerian Pertanian yang merupakan bagian dari 56.652 hektare lahan persawahan di 17 kabupaten dan kota lainnya yang rusak akibat bencana banjir bandang serta longsor pada akhir November 2025. (FOTO : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Petani melintasi lahan sawah yang tertimbun lumpur di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Sabtu (24/1/2026). Berdasarkan data sementara posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh, seluas 56.652 hektare lahan persawahan di 18 kabupaten dan kota rusak akibat bencana banjir bandang serta longsor pada akhir November 2025. (FOTO : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Petani melintasi lahan sawah yang tertimbun lumpur di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Sabtu (24/1/2026).

Berdasarkan data sementara posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh, seluas 56.652 hektare lahan persawahan di 18 kabupaten dan kota rusak akibat bencana banjir bandang serta longsor pada akhir November 2025.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
Politics | | | |