AS: Iuran Dewan Perdamaian akan Dipakai Lucuti Hamas

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Amerika Serikat mengungkapkan di Dewan PBB bahwa demiliterisasi Gaza yang mencakup pelucutan senjata Hamas adalah hal mutlak. Pelucutan itu disebut akan dilakukan melalui proses yang “didukung oleh program pembelian senjata kembali yang didanai secara internasional”. 

Sejauh ini, kelompok perlawanan Hamas mempertahankan kendali atas hampir separuh Gaza setelah kesepakatan gencatan senjata pada bulan Oktober yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump. Perjanjian tersebut mengaitkan penarikan pasukan Israel lebih lanjut dengan penyerahan senjata Hamas.

Reuters melaporkan, Amerika Serikat menyatakan di PBB bahwa bersama dengan 26 negara yang sejauh ini telah bergabung dalam Dewan Perdamaian dan berkonsultasi dengan Komite Nasional Palestina yang diawasinya – akan memberikan tekanan pada Hamas untuk melucuti senjatanya, menurut Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz.

“Hamas tidak boleh mempunyai peran apa pun dalam pemerintahan Gaza, secara langsung atau tidak langsung, dalam bentuk apapun,” katanya kepada dewan beranggotakan 15 orang itu. “Semua infrastruktur teror dan ofensif militer, termasuk terowongan dan fasilitas produksi senjata, akan dihancurkan dan tidak dibangun kembali.

“Pemantau independen internasional akan mengawasi proses demiliterisasi Gaza termasuk penempatan senjata secara permanen yang tidak dapat digunakan melalui proses dekomisioning yang disepakati dan didukung oleh program pembelian kembali dan reintegrasi yang didanai secara internasional,” tambahnya.

Komentarnya mencerminkan poin 13 dari 20 poin rencana perdamaian Gaza yang dicanangkan Trump. Selain itu, Dewan Perdamaian juga mensyaratkan “iuran” senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,7 triliun bagi negara yang bergabung.

Indonesia telah menyatakan kesiapan bergabung dan mengikuti iuran tersebut. Menlu Sugiono mengeklaim, uang saweran itu untuk melakukan rekonstruksi di Gaza, bukan iuran keanggotaan. Sejauh ini belum ada keterangan dari pemerintah dari mana dana itu akan diambil.

Perdana Menteri Israel pada Selasa mengatakan bahwa proses rekonstruksi Gaza tak terlepas dari pelucutan Hamas. Menurutnya, rekonstruksi hanya boleh dilakukan setelah semua senjata Hamas dilucuti. Militer Israel disebut tengah menyiapkan serangan besar-besaran terkait pelumpuhan kemampuan militer Hamas tersebut.

Ketika ditanya mengenai rincian lebih lanjut mengenai pemantauan independen dan program pembelian kembali yang diusulkan, juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan: "Diskusi mengenai implementasi fase kedua, termasuk demiliterisasi, sedang berlangsung."

Hamas baru-baru ini setuju untuk membahas perlucutan senjata dengan faksi-faksi Palestina lainnya dan dengan mediator, kata beberapa sumber. Namun, dua pejabat Hamas mengatakan kepada Reuters bahwa baik Washington maupun mediator belum menyampaikan proposal perlucutan senjata secara rinci atau konkrit kepada kelompok tersebut.

Read Entire Article
Politics | | | |