BEI Pastikan Pengumuman MSCI tak Pengaruhi Minat IPO

2 hours ago 3

BEI senantiasa selektif dalam memberikan persetujuan kepada perusahaan yang mengajukan dokumen pencatatan saham perdana. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menyampaikan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak akan memengaruhi minat perusahaan untuk melangsungkan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.

Nyoman memastikan BEI senantiasa selektif dalam memberikan persetujuan kepada perusahaan yang mengajukan dokumen pencatatan saham perdana. “Minat menjadi perusahaan tercatat saya tidak melihat penurunan. Dalam konteks ini, saya melihat dari sisi submission tidak berubah. Tinggal nanti kami memastikan apakah perusahaan-perusahaan yang masuk tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi yang kita harapkan sebagai regulator,” ujar Nyoman kepada awak media di Media Center BEI, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Berkaca dari tahun lalu, Nyoman mengungkapkan jumlah perusahaan yang mengajukan dokumen IPO tergolong banyak dan tidak menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski jumlah perusahaan yang melangsungkan IPO pada tahun lalu menurun, Nyoman menekankan bahwa rata-rata dana yang berhasil dihimpun melalui aksi IPO justru meningkat signifikan. “Kalau melihat dari jumlah perusahaan tercatat memang relatif turun, tetapi proceeds-nya meningkat. Rata-rata yang sebelumnya sekitar Rp 350 miliar per perusahaan, pada tahun lalu mencapai sekitar Rp 700 miliar per perusahaan,” ujar Nyoman.

Dengan demikian, menurutnya, terjadi peningkatan kelas dalam aksi IPO, yakni mencakup perusahaan-perusahaan menengah hingga kelas atas. “Sudah ada scale up dari sebelumnya yang relatif kelas kecil menjadi menengah dan atas. Ini yang kita harapkan untuk meningkatkan kedalaman pasar, di mana ukuran juga menjadi perhatian,” ujar Nyoman.

Di sisi lain, BEI tetap mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melangsungkan pencatatan perdana saham di pasar modal Indonesia. “Perusahaan kategori small and medium enterprise tetap kita berikan kesempatan sepanjang prospektif. Dua sisi inilah yang akan kita kembangkan. Jadi, tidak ada dampak langsung dari informasi yang ditanyakan tadi karena dari sisi jumlah pengajuan juga relatif tidak menurun,” ujar Nyoman.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |