Ilustrasi badai salju.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat tengah dicengkeram oleh amukan badai musim dingin yang mematikan, menyisakan jejak kehancuran dari wilayah Selatan hingga ke Timur. Dalam hitungan hari, suhu beku yang ekstrem dan hamparan salju lebat telah merenggut sedikitnya tujuh nyawa, memaksa jutaan warga bersembunyi di balik pintu rumah sementara es berbahaya melumpuhkan aktivitas publik.
Situasi darurat ini telah memaksa 21 negara bagian menetapkan status siaga, memberikan otoritas penuh bagi pemerintah lokal untuk menutup fasilitas umum dan mengerahkan bantuan federal. Presiden Donald Trump bahkan menyebut fenomena hujan salju kali ini sebagai peristiwa "bersejarah," sebuah pernyataan yang selaras dengan kenyataan pahit di lapangan: lebih dari 130.000 rumah harus gelap gulita tanpa aliran listrik akibat badai yang menghantam infrastruktur energi di Texas dan Louisiana hingga Sabtu (24/1).
Hujan salju lebat membawa ancaman nyata berupa tumpukan salju yang sangat berat, yang mampu meruntuhkan atap bangunan dan memutus kabel listrik bertegangan tinggi dalam sekejap. Di jalan raya, tumpukan salju ini menciptakan lapisan es licin yang mematikan bagi pengendara, mengubah rute utama menjadi area kecelakaan berantai dan memaksa penutupan bandara secara masif karena jarak pandang yang nol.
Bahaya ini semakin berlipat ganda karena suhu dingin ekstrem yang menyertainya dapat memicu hipotermia hanya dalam hitungan menit bagi mereka yang terjebak di luar ruangan atau di dalam kendaraan yang mogok. Di wilayah Selatan yang jarang menghadapi cuaca sedingin ini, keterbatasan infrastruktur penghangat dan kurangnya kesiapan menghadapi hujan beku membuat kondisi darurat semakin sulit dikendalikan, mengancam nyawa kelompok rentan yang tidak memiliki akses pemanas yang memadai.
Laporan resmi dari berbagai negara bagian mengonfirmasi jatuhnya korban jiwa; di Austin, Texas, Wali Kota Kirk Watson melaporkan satu kematian akibat kecelakaan di jalan yang membeku, sementara di Louisiana, dua orang meninggal dunia akibat hipotermia setelah suhu turun tajam. Layanan Cuaca Nasional (NWS) terus memperingatkan bahwa ancaman belum berakhir, dengan prakiraan bahwa salju lebat dan lapisan es akan terus meluas ke arah North Carolina, memperpanjang masa krisis bagi jutaan warga Amerika.
sumber : Antara

2 hours ago
2














































