Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Palestina yang diduduki Francesca Albanese bersama cucu dari Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Mandla Mandela menyampaikan keterangan pers terkait misi kemanusiaan untuk Gaza yang terbagung dalam gerakan Global Sumud Flotilla di Tunisia, Senin (8/9/2025). Dalam keterangannya Francesca dan Mandla Mandela mendukung penuh gerakan pelayaran akbar ini yang diikuti oleh sekitar 44 negara dengan tujuan berusaha membuka koridor kemanusiaan bagi warga Palestina atas pengepungan dan genosida yang dilakukan oleh Israel.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Palestina, Francesca Albanese, menegaskan dirinya tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya.
Albanese, menekankan dia tidak akan menerima pelajaran dari negara-negara yang melanggar hukum internasional dan gagal mengutuk genosida.
Dalam wawancara dengan Aljazeera, dikutip Jumat (13/2/2026), Albanese menyerukan kepada negara-negara Barat untuk membahas laporan yang diajukan mengenai pelanggaran Israel, alih-alih mengejarnya secara pribadi, dengan pertimbangan bahwa perdebatan harus difokuskan pada isi laporan, bukan pada dirinya.
Pelapor PBB itu menjelaskan bahwa dia menjadi sasaran kampanye pencemaran nama baik karena mengutuk perang genosida Israel di Gaza dan Tepi Barat.
"Kampanye serangan terhadap saya tidak seberapa dibandingkan dengan genosida yang dialami rakyat Palestina," kata dia.
Menanggapi tuduhan bahwa dia telah melampaui mandat PBB, Albanese, menegaskan tidak melampaui kewenangannya dengan pertimbangan bahwa intensitas serangan terhadap dirinya mencerminkan dampak dari kerja hak asasi manusianya.
Dia juga menegaskan tidak menerima gaji untuk pekerjaannya dan bahwa dia menghadapi tekanan dan sanksi pribadi.
Namun dia mendapatkan keteguhan hatinya dari penderitaan rakyat Palestina, terutama para ibu di Gaza, sambil menambahkan bahwa dia berusaha menginspirasi orang lain untuk membela keadilan.

2 hours ago
3















































