Dokter Ungkap Dampak Serius Jajanan Manis Warna-warni Bagi Anak

1 hour ago 3

Pedagang menjual jajanan manis di Jakarta, Selasa (28/2/2023). Di balik tampilannya yang menggiurkan, jajanan tersebut berisiko membahayakan kesehatan anak karena bisa mengandung gula tinggi atau pewarna buatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jajanan manis dengan krim berwarna mencolok kerap menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak. Namun di balik tampilannya yang menggiurkan, jajanan tersebut berisiko membahayakan kesehatan anak karena bisa mengandung gula tinggi atau pewarna buatan.

Dokter kesehatan masyarakat Fakultas Kedokteran IPB University, dr Yusuf Ryadi, mengingatkan bahwa konsumsi makanan tinggi gula dan pewarna secara rutin berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. "Dampaknya cukup serius, terutama jika dikonsumsi rutin. Asupan gula berlebih terbukti meningkatkan risiko obesitas, gigi berlubang, gangguan metabolik, dan pada beberapa anak dapat memicu gangguan perilaku serta gangguankonsentrasi," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (27/1/2026).

Meskipun pewarna dan perisa buatan yang digunakan bersifat food grade dan diperbolehkan secara regulasi, ia menyebut risiko tetap ada jika konsumsinya berlebihan atau berlangsung dalam jangka panjang. Hal ini menjadi lebih krusial karena sistem metabolisme anak masih dalam tahap perkembangan.

Fenomena jajanan viral dengan warna mencolok juga dinilai ikut mendorong meningkatnya masalah gizi pada anak. Menurut dr Yusuf, tren ini berkontribusi secara tidak langsung terhadap lonjakan obesitas dan penyakit tidak menular.

"Jajanan viral umumnya tinggi gula, lemak, dan kalori, namun rendah serat serta zat gizi. Jika pola konsumsi ini menjadi kebiasaan sejak dini, risiko obesitas anak meningkat dan dapat berlanjut menjadi diabetes tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung di usia lebih muda," kata dia.

Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula sejak dini juga berdampak pada pola makan jangka panjang. Anak dapat mengalami ketergantungan rasa manis dan kesulitan menerima makanan sehat di kemudian hari.

Read Entire Article
Politics | | | |