Kisah Kebangkitan Peternak Susu Pangalengan Usai PMK Berkat Bantuan 200 Sapi dari KDM

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang merebak pada 2022 menjadi pukulan telak bagi peternak sapi perah di kawasan Pangalengan dan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Produksi susu yang semula stabil, anjlok drastis hingga menyentuh angka 44 ton per hari. Banyak peternak kehilangan seluruh ternaknya, bahkan tak sedikit yang nyaris menyerah. Namun, dua tahun berselang, kehidupan peternakan kembali berdenyut.

Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) kini justru mencatatkan capaian menggembirakan. Produksi susu segar melonjak hingga sekitar 75 hingga 80 ton per hari melampaui capaian sebelum wabah melanda.

Hal tersebut diungkapkan Seketaris KPBS, Asep Khairudin. Ia menuturkan, kebangkitan tersebut lahir dari semangat kolektif para peternak yang tetap bertahan di tengah keterpurukan.

“Tidak mudah keluar dari PMK karena banyak sapi mati. Namun, anggota tetap guyub dan semangat. Sapi-sapi kecil yang selamat dibesarkan. Itu butuh waktu sekitar dua tahun sampai bisa diperah,” ujar Asep ketika ditemui Republika di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin (26/1/26).

Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap. KPBS tidak hanya memberikan dukungan teknis berupa vaksin dan obat-obatan, tetapi juga penguatan mental peternak.

Bahkan, koperasi mengosongkan kandang miliknya untuk menggulirkan sapi kepada peternak yang kehilangan seluruh ternaknya melalui sistem paron, agar roda produksi kembali bergerak.

Momentum pemulihan kian menguat dengan hadirnya bantuan pemerintah pusat melalui Komisi IV DPR. Saat itu, Kang Dedi Mulyadi (KDM)yang menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR, turun langsung ke Pangalengan membawa solusi konkret.

“Waktu PMK kami juga disupport bantuan dari pemerintah lewat Komisi IV. KDM saat itu sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI datang langsung ke sini dan membantu 200 ekor sapi,” kata Asep.

Bantuan tersebut disalurkan kepada 100 peternak yang sapinya habis akibat PMK, masing-masing menerima dua ekor sapi. Bantuan itu menjadi titik balik bagi para peternak untuk kembali bangkit dan menata usaha dari nol.

Kini, dengan lebih dari 2.100 anggota aktif yang tersebar di Kecamatan Pangalengan dan Kertasari, KPBS kembali berdiri kokoh. Sapi-sapi bantuan telah berkembang biak, sementara anak sapi yang dirawat pasca PMK kini memasuki masa produktif.

Dari krisis lahir ketangguhan, dari keterpurukan tumbuh harapan baru bagi peternak susu Bandung Selatan. 

Read Entire Article
Politics | | | |