REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi kekerasan yang merengut nyawa kembali mengguncang Meksiko. Sekelompok penyerang bersenjata menewaskan sedikitnya 11 orang di sebuah lapangan sepak bola di Kota Salamanca, Negara Bagian Guanajuato, usai sebuah pertandingan, Ahad (25/1/2026) malam waktu setempat. Insiden tersebut menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di wilayah yang dikenal rawan aktivitas kriminal itu.
Kantor Kejaksaan Agung Negara Bagian Guanajuato dalam pernyataan resminya menyebutkan, enam orang lainnya masih menjalani perawatan medis akibat luka tembak. Aparat berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.
Wali Kota Salamanca, Cesar Prieto, mengatakan motif penembakan massal itu hingga kini belum diketahui. Dalam pernyataan video yang diunggah melalui akun Facebook resminya, Prieto menyebut serangan tersebut terjadi saat berlangsung pertemuan sosial di komunitas Loma de Flores. Seorang perempuan dan seorang anak termasuk di antara 12 orang yang mengalami luka-luka dalam insiden yang ia sebut sebagai tindakan “menyedihkan dan pengecut”.
Guanajuato selama ini dikenal sebagai salah satu negara bagian dengan tingkat kekerasan tertinggi di Meksiko. Kondisi tersebut dipicu oleh persaingan sengit antarkartel narkoba yang memperebutkan wilayah kekuasaan. Sehari sebelum insiden di lapangan sepak bola itu, lima orang dilaporkan tewas dalam dua serangan terpisah di sekitar Salamanca.
Salamanca juga menjadi lokasi salah satu dari tujuh kilang minyak milik perusahaan minyak negara Meksiko, Pemex. Maraknya pencurian bahan bakar ilegal di kawasan ini disebut sebagai salah satu sumber utama ekonomi kriminal yang memicu konflik bersenjata antar kelompok kejahatan terorganisasi.
“Insiden ini menambah gelombang kekerasan yang, sayangnya, terus kami alami di negara bagian ini, khususnya di Salamanca,” kata Prieto. Ia menegaskan kelompok kriminal tidak akan berhasil menundukkan otoritas pemerintah. “Mereka yang bertanggung jawab akan ditemukan,” ujarnya.
Guanajuato berbatasan langsung dengan Negara Bagian Jalisco, yang ibu kotanya, Guadalajara, menjadi salah satu kota tuan rumah Piala Dunia sepak bola tahun ini. Gubernur Guanajuato, Libia Dennise, dalam pernyataan di media sosial menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima” dan memastikan pengamanan di wilayahnya telah diperkuat, meski tanpa merinci langkah-langkah yang diambil.
Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada kejaksaan negara bagian saat ditanya dalam konferensi pers rutin pada Senin pagi. Kejaksaan menyatakan tengah berkoordinasi dengan otoritas kota, negara bagian, dan federal untuk memperkuat keamanan, melindungi warga, serta memburu para pelaku serangan.
sumber : Reuters

2 hours ago
4














































