Toyota Bawa Tiga Model Elektrifikasi di IIMS 2026

2 hours ago 2

Vice President PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto (kanan) saat berbincang dengan awak media dalam acara media gathering, Senin (26/1/2026) malam di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Toyota akan menghadirkan tiga model elektrifikasi pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Langkah ini disampaikan oleh Vice President PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto saat berbincang dengan awak media dalam acara media gathering, Senin (26/1/2026) malam di Jakarta.

"Kami akan membawa tiga produk elektrifikasi dan kami juga mulai julan Veloz Hybrid, dan ada juga satu produk GR (Gazoo Racing) kami," kata Henry.

Saat ini, lini elektrifikasi Toyota yang dihadirkan di Indonesia didominasi oleh HEV. Namun, Henry menyatakan, pihaknya membuka ruang untuk terus mengkaji beragam teknologi kendaraan, termasuk kemungkinan pengembangan model elektrifikasi lainnya ke depan.

"Toyota bersikap terbuka dalam mempelajari seluruh opsi teknologi yang tersedia, termasuk plug-in hybrid," kata dia.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan strategi Toyota yang selama ini menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan dan karakter masyarakat. Jika ke depan PHEV dinilai menjadi solusi mobilitas yang tepat bagi konsumen, Henry memastikan Toyota akan melakukan kajian secara serius untuk menerapkannya pada produk-produknya. 

Veloz hybrid laris, dikirim Februari

Sejak diperkenalkan pada akhir 2025, pemesanan unit Toyota Veloz Hybrid mencapai angka 4.000 unit sampai akhir Desember. Jumlah ini terus bertambah smapai akhir Januari 2026. Menurut Henry, model yang paling banyak dipesan adalah tipe V atau tipe terbawah.

Toyota masih mempertahankan harga pre-book Veloz Hybrid sebesar Rp299 juta unuk tipe V, walaupun periode pemesanan sampai akhir Desember 2025 telah berakhir.

“Harga pre-book masih kami pertahankan sampai periode launching di IIMS. Jadi konsumen masih bisa mendapatkan harga yang sama. Jadi semua (awak media) minta tolong hadir nanti di IIMS,” ujar Henry.

Read Entire Article
Politics | | | |