IHSG Kembali Dekati 9.000 di tengah Wait and See Pertemuan The Fed

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

IHSG dibuka menguat 16,72 poin atau 0,19 persen ke posisi 8.967,73. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,59 poin atau 0,07 persen ke posisi 872,99.

“Diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 8.850-9.050, sebelum menentukan arah selanjutnya. Jika IHSG mampu ditutup di atas level 9.050, maka berpotensi akan melanjutkan rebound,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin (26/1/2026.

Dari mancanegara, pada pekan ini, pelaku pasar mencermati hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 27-28 Januari 2026, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5-3,75 persen.

Dari Bursa Wall Street, pelaku pasar menantikan laporan kinerja keuangan beberapa saham teknologi besar, untuk menilai prospek saham sektor teknologi dan Artificial Intelligence (AI).

Sementara itu, data ekonomi global yang akan dicermati, diantaranya Durable Goods Orders dan Producer Price Index (PPI) dari AS, data pertumbuhan ekonomi dari Euro Area, serta data Purchasing Managers' Index (PMI) dari China.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan pengumuman metodologi perhitungan free floatsaham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI berencana mengubah hitungan free floatsaham emiten-emiten di Indonesia untuk bisa masuk indeks global, yang mana masukan publik telah ditutup pada 31 Desember 2025 dan hasil akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Apabila disetujui akan berlaku saat review indeks MSCI pada Mei 2026.

Di sisi lain, Danantara menargetkan penempatan investasi hingga 14 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun ini, naik dari komitmen 8 miliar dolar AS pada tahun lalu, yang berasal dari dividen perusahaan yang dimiliki negara.

Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), bursa saham Eropa ditutup mayoritas melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,13 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,07 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,18 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,07 persen.

Sementara itu, bursa AS di Wall Street mayoritas menguat pada Jumat, diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,58 persen ditutup di level 49.098,71, indeks S&P 500 menguat 0,03 persen ke level 6.915,61, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,34 persen ditutup di 25.065,47.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 1.017,19 poin atau 1,89 persen ke 52.829,69, indeks Shanghai menguat 16,47 atau 0,40 persen ke 4.152,64, indeks Hang Seng menguat 114,00 atau 0,43 persen ke 26.863,50, dan indeks Strait Times melemah 9,32 poin atau 0,19 persen ke 4.882,12.

Read Entire Article
Politics | | | |