Lirih dari Longsor Bandung Barat: Ibu-Anak Ditemukan Berpelukan, Ayah Ikut Langsung Mencari Putrinya

2 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Wajah lelah penuh harap terpancar dari wajah Asep Heri (45 tahun). Ia terjun langsung mencari putrinya bernama Tasya (17) yang tertimbun longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Bersama Tim Sar Gabungan, Asep kembali mencari putrinya pada Senin (26/1/2026). Sekitar pukul 10.00 WIB, pencarian terhenti sementara karena cuaca yang tidak memungkinkan. Kondisi itu dimanfaatkan Asep untuk sekadar menenggak segelas kopi di sebuah kebun kecil yang tidak jauh dari titik pencarian di area Sektor A1.

Ia mencoba tegar dan tenang meski dalam hatinya begitu resah karena hingga hari ketiga pencarian ini anaknya tak kunjung ditemukan. Asep mencoba ikhlas dengan nasib anaknya meski masih terselip harapan ada mukjizat sang putri bisa terselamatkan. "Iya saya terjun langsung mau nyari anak saya yang belum ditemukan," tutur Asep Heri.

Berita duka itu pertama kali diketahui anaknya yang paling besar pada Sabtu (24/1/2026) pagi. Asep langsung bergegas dari rumahnya di Ciwideuy, Kabupaten Bandung menuju ke lokasi longsor untuk memastikan informasi tersebut. Anaknya kebetulan sedang menginap di rumah pamannya.

Sampai di lokasi, perasaan Asep seketika hancur melihat permukiman di Kampung Pasir Kuning yang sudah rata dengan tanah. Ada sekitar 30 rumah yang tertimbun longsor, yang di antaranya adalah rumah kerabat Asep yang dihuni suami, istri, serta anaknya. Di sana lah Tasya ikut tinggal.

"Jadi di rumah itu ada empat orang. Anak saya, sama paman dan bibinya dan juga satu anak kecil," ucap Asep.

Saudaranya yang diketahui bernama Deni dan Ani serta anaknya yang masih kecil sudah ditemukan yang disaksikan langsung Asep karena terlibat langsung dalam proses pencarian. Ani ditemukan dalam posisi sedang memeluk anak perempuannya. Selain itu, ditemukan juga dompet, KTP serta handphone yang masih aktif.

"Posisinya itu ibunya memeluk anaknya seperti sedang melindungi. Posisi anaknya seperti sedang sujud, dan rambutnya itu masih bersih sama bajunya juga kering. HP juga ketemu masih aktif," ujar Asep.

Kini, Asep fokus mencari putrinya yang kemungkinan besar tidak jauh dari posisi paman dan bibinya yang sudah ditemukan. Ia akan bertahan sampai benar-benar anaknya ditemukan meski dalam kondisi apapun.

"Iya pastinya saya akan bertahan nyari terus sama petugas. Saya juga terima kasih sama petugas dan relawan yang udah berjuang," kata Asep.

Read Entire Article
Politics | | | |