REPUBLIKA.CO.ID, KOTA GAZA -- Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini menyatakan, Jalur Gaza telah menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis dan pekerja kemanusiaan. Hingga kini, pihaknya mencatat, tidak kurang dari 230 jurnalis gugur akibat serangan militer Israel (IDF) di wilayah Palestina tersebut.
Lazzarini menegaskan, upaya Israel yang mencegah para jurnalis memasuki Jalur Gaza semakin memperkuat kampanye disinformasi. Tindakan entitas zionis itu telah menghalangi dunia internasional dari akses informasi untuk mendapatkan fakta krisis kemanusiaan di sana.
"Jurnalis Palestina adalah mata dan telinga kami dalam meliput kengerian perang di Gaza. Mereka menggambarkan kekuatan manusia dan pengaruhnya dan bekerja dengan keberanian dan ketabahan meski menghadapi kesulitan," ujar Lazzarini dilansir WAFA pada Ahad (25/1/2026).
Selama ini, lanjut dia, para jurnalis bekerja bersama pekerja kemanusiaan yang menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza. Pelarangan yang dilakukan Israel semakin memperjelas tujuan entitas zionis itu dalam mendiskreditkan laporan langsung dan kesaksian organisasi-organisasi kemanusiaan internasional di Jalur Gaza. Lebih dari itu, IDF merendahkan martabat warga Palestina.
Genosida berlanjut
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin dunia termasuk Presiden RI Prabowo Subianto menandatangani piagam “Dewan Perdamaian” di Davos, Swiss, beberapa waktu lalu. Tepat ketika itu, pembunuhan, penjajahan, dan genosida yang dilakukan IDF tetap berlanjut di Jalur Gaza. Sedikitnya empat warga Palestina syahid hari ini dalam serangan artileri Israel di lingkungan Zeitoun, sebelah timur Kota Gaza pada Kamis lalu
Kantor berita WAFA mengutip sumber-sumber medis melaporkan empat warga Palestina syahid dalam penembakan Israel di luar wilayah yang ditentukan di lingkungan Zeitoun, sebelah timur Kota Gaza.
Sebelumnya, seorang warga Gaza, Fadi Wael al-Najjar syahid akibat tembakan Israel di luar wilayah yang ditentukan di bundaran Bani Suheila, sebelah timur Khan Younis. Sebelas warga Palestina, termasuk tiga jurnalis, syahid pada Rabu, akibat serangan dan penembakan Israel di berbagai lokasi
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis, Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa 11 jenazah dan tujuh orang yang terluka dibawa ke rumah sakit di seluruh wilayah kantong tersebut dalam 48 jam terakhir.
Kementerian menambahkan bahwa “sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalanan, karena tim ambulans dan pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka saat ini”.
Menurut kementerian tersebut, sejak gencatan senjata 10 Oktober 2025, sebanyak 477 warga Palestina telah syahid dan 1.301 luka-luka, sementara 713 jenazah telah ditemukan. Angka kumulatif sejak 7 Oktober 2023 mencapai 71.562 orang syahid dan 171.379 orang luka-luka, kata kementerian itu.
sumber : Antara

3 hours ago
3













































