REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Sayap militer Hamas Brigade Izzuddin al-Qassam mengumumkan penemuan jenazah terakhir tentara Israel dan berkas tawanan ditutup sepenuhnya. Hal semestinya membuat fase kedua gencatan senjata berjalan dan penarikan pasukan Israel dimulai.
Dalam lansiran yang diterima Republika, Brigade Al-Qassam menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan berkas tawanan dan jenazah secara transparan sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata. Mereka juga menyatakan telah menyerahkan seluruh tawanan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, dan menyampaikan kepada para mediator semua informasi terkait lokasi jenazah terakhir tentara Israel.
Fakta ini menegaskan bahwa pihak perlawanan telah menyerahkan seluruh berkas tawanan. “Sehingga tidak ada lagi alasan bagi Israel, dan diperlukan tekanan serius untuk memaksanya melaksanakan semua kesepakatan yang telah dicapai melalui para mediator tanpa penundaan,” tulis pernyataan tersebut.
Hamas juga berkomentar mengenai penemuan tawanan Israel terakhir yang tersisa di Gaza, Ran Givili. “Kami akan terus mematuhi semua aspek perjanjian, termasuk memfasilitasi kerja Komite Nasional Administrasi Gaza dan memastikan keberhasilannya”, kata Hamas dalam pernyataannya.
“Kami menyerukan kepada para mediator dan Amerika Serikat untuk memaksa penjajah [Israel] menghentikan pelanggaran perjanjian dan melaksanakan kewajiban yang diwajibkan”.
Tentara Israel juga mengakui mereka telah menemukan tawanan terakhir yang ditahan di Gaza setelah operasi untuk menemukan jenazahnya. “Setelah selesainya proses identifikasi oleh Pusat Kedokteran Forensik Nasional bekerja sama dengan Polisi Israel dan Rabi Militer, perwakilan [militer] memberitahu keluarga mendiang Ran Gvili bahwa jenazahnya telah dikembalikan untuk dimakamkan,” kata juru bicara militer Avichay Adraee.
“Dengan demikian, seluruh sandera yang ditahan di Jalur Gaza telah dipulangkan,” tambahnya.
Aljazirah melaporkan, ini adalah momen penting bagi warga Palestina. Penemuan jenazah tawanan terakhir ini seharusnya memicu banyak perubahan di lapangan.
Israel telah menjanjikan pembukaan perlintasan Rafah, masuknya material rekonstruksi untuk membangun Gaza dan juga penarikan pasukan Israel dari Garis Kuning agar warga Palestina dapat pergi dan dapat melihat rumahnya serta melihat segala sesuatu yang berada di luar garis tersebut.
Sejauh ini, banyak janji dari gencatan senjata tahap pertama yang belum terpenuhi, termasuk kesepakatan untuk mengizinkan 600 truk per hari masuk ke Gaza, padahal sekitar 230 truk masuk setiap hari.
Berkali-kali Israel membenarkan penundaan ini dengan mengatakan bahwa mereka belum memulangkan semua tawanan Israel, namun kini tidak ada pembenaran untuk hal tersebut.

2 hours ago
3













































