JK Soroti Kejanggalan dalam Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Palestina tak Dilibatkan

2 hours ago 5

Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan) bersama Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban (kiri) saat upacara penandatanganan piagam Dewan Perdamaian pada pertemuan tahunan ke-56 Forum Ekonomi Dunia (WEF), di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla menyoroti absennya Palestina dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/ BoP) yang  dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Tokoh perdamaian tersebut mengatakan, Indonesia harus bisa mendorong agar Palestina terlibat dalam Dewan Perdamaian.

Jusuf Kalla yang akrab disapa JK pun menganalogikan, jika ingin memperbaiki sebuah kampung, maka orang dalam kampung tersebut harus terlibat.”Jangan orang yang berdamai (Palestina dan Israel) tidak dilibatkan, jadi bukan hanya negara besar (yang ada di Dewan Perdamaian) tapi harus melibatkan Palestina dan juga Israel duduk di situ (di Dewan Perdamaian)," kata JK kepada Republika di Paragon Community Hub, Jakarta, Ahad (25/1/2026)

Menurut JK, Indonesia harus mendorong agar Donald Trump sebagai penggagas dewan tersebut bisa melibatkan Palestina. Jangan sampai, ujar dia, Dewan Perdamaian itu hanya melibatkan negara-negara besar.”Bagaimana membangun dan menegakkan negaranya kalau ia (Palestina) tidak terlibat,"ujar Wapres ke-10 dan 12 RI tersebut.

Jadi penyeimbang

Ketua Lembaga Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Imam Addaruqutni berharap kehadiran Indonesia justru dapat menjadi penyeimbang agar Dewan Perdamaian bersikap lebih adil dan tidak mengabaikan perjuangan rakyat Palestina.

Imam mengatakan, bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian termasuk sesuatu yang agak kontroversial. Dia berharap, masuknya Indonesia di dewan tersebut bisa membuat lembaga bentukan Donald Trump itu tak sembarangan dalam mengambil keputusan.

"Mudah-mudahan dengan adanya Indonesia (di Dewan Perdamaian), Dewan Perdamaian itu tidak sampai menganggap bahwa Palestina tidak ada," kata Imam kepada Republika, Jumat (23/1/2026).

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |