Peringatan Keras Rasulullah kepada Ulama Pecinta Dunia: Mereka Datang Terlilit Tali Kekang

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan keras kepada umatnya tentang kedudukan ulama di sisi Allah SWT pada Hari Kiamat.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW membagi kaum berilmu ke dalam dua golongan dengan nasib yang sangat kontras: ulama yang memuliakan ilmunya dengan mengamalkan dan menyebarkannya, serta ulama yang menahan ilmu dan menukarnya demi kepentingan duniawi.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menuliskan hadits Nabi Muhammad SAW tentang dua golongan ulama itu. 

Diriwayatkan dari al-Dhahhak, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Ada dua golongan ulama dari umatku ini. Golongan yang pertama merupakan ulama yang diberi ilmu oleh Allah SWT yang kemudian dengan ilmu itu mereka sebarkan kepada orang lain, dan mereka tidak mengharapkan apapun dari dunia, tidak juga menjualnya dengan harga yang sedikit. Ulama seperti ini akan didoakan oleh burung-burung di angkasa, ikan-ikan di lautan, semua binatang di permukaan bumi, dan para malaikat pun mendoakan keberkahan bagi mereka. Mereka (ulama) akan datang menghadap Allah SWT pada Hari Berbangkit (Kiamat) nanti sebagai orang yang mulia, dan mereka akan menjadi sahabat para Rasul." 

"Adapun golongan yang kedua adalah ulama yang diberi ilmu oleh Allah SWT, namun mereka tidak mau menyebarkannya kepada orang lain. Mereka mengharapkan imbalan dunia, dan menukarnya dengan harga sangat murah. Ulama seperti ini akan datang ke hadapan Allah Azza wa Jalla pada Hari Berbangkit (Kiamat) nanti dengan terlilit tali kekang yang terbuat dari api neraka di mulutnya, dan mereka akan tampil di hadapan semua makhluk, lalu akan diserukan kepada makhluk-makhluk itu: Mereka ini adalah anak si Fulan dan si Fulan, Allah SWT telah mengaruniakan kepada mereka ilmu, akan tetapi mereka enggan memberikannya kepada sesama manusia, dan menukarnya dengan harga yang sangat sedikit, serta mengharapkan imbalan kekayaan dunia. Maka mereka akan mendapatkan azab, hingga Allah Azza wa Jalla selesai menghitung amalan manusia seluruhnya. (HR Imam ath-Thabrani dalam Al-Ausath dengan isnad lemah/ dhaif )

Read Entire Article
Politics | | | |