MBG Picu Lonjakan Minat Beternak Ayam dan Sapi Perah

3 hours ago 8

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat dipamerkan di Graha Wisata Niaga, Solo, Jawa Tengah, Ahad (10/5/2026). Sebanyak 24 SPPG di Kota Solo memamerkan beragam menu MBG dan membagikan 2.400 porsi menu MBG secara gratis untuk membangun kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG, sekaligus sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memicu peningkatan minat masyarakat untuk beternak ayam dan sapi perah di berbagai daerah. Kenaikan permintaan susu, telur, dan daging mulai menggerakkan investasi baru di sektor peternakan nasional.

Sudaryono mengatakan pemerintah tengah membangun ekosistem peternakan di 20 titik untuk mendukung pengembangan usaha ayam pedaging maupun petelur. Ekosistem itu mencakup pabrik pakan, vaksin, hingga penyediaan bibit ayam atau day old chick (DOC) agar masyarakat lebih mudah masuk ke sektor peternakan.

“Ini men-trigger banyak pihak untuk kemudian pelihara sapi susu, kemudian sapi daging juga sama, termasuk ayam tadi juga sama,” kata Wamentan di Kompleks Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Sudaryono menjelaskan permintaan susu nasional meningkat setelah program MBG berjalan. Kondisi itu berbeda dibandingkan dengan beberapa waktu lalu ketika pasokan susu sempat berlebih hingga terbuang.

Menurut dia, potensi pasar dari program MBG membuat pelaku usaha mulai tertarik mendatangkan sapi dan memperbesar investasi peternakan di Indonesia. Pemerintah juga mendorong keterlibatan swasta untuk mempercepat target swasembada daging dan susu tanpa bergantung penuh pada APBN.

“Yang membuat mereka semangat itu kan ada jaminan offtake guarantee dari potensi market besar Makan Bergizi Gratis,” ujar Sudaryono.

Saat ini pemerintah fokus meningkatkan populasi sapi sebagai kunci menuju swasembada daging dan susu dalam empat tahun ke depan. Langkah itu ditempuh dengan mendorong masuknya sapi dari luar negeri, termasuk dari Brasil, yang dinilai memiliki kesamaan iklim tropis dengan Indonesia.

Sudaryono menyebut pemerintah menyiapkan alokasi impor sapi dari Brasil sebanyak 100 ribu ekor. Pemerintah berharap sapi dari negara tropis tersebut dapat tumbuh optimal di Indonesia dan mendukung kebutuhan susu serta daging nasional.

Read Entire Article
Politics | | | |