Sapi Bantuan Presiden untuk Warga Bantaran Kali Code Dipotong di RPH Giwangan

4 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mendampingi proses penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan, Rabu (27/5/2026). Ia mengatakan sapi bantuan presiden tersebut dialokasikan untuk masyarakat di wilayah yang relatif terisolasi di tengah Kota Yogyakarta. Nantinya, daging sapi dengan bobot lebih dari satu ton itu akan didistribusikan kepada warga Kampung Gemblakan Bawah dan sejumlah kampung yang berada di bantaran Kali Code.

"Kita sudah mengalokasikan (sapi bantuan Presiden ini diperuntukkan -Red) di daerah yang memang sangat membutuhkan, di kota Yogyakarta ini ada kampung yang agak terisolir, agak masuk sedikit itu, Gemblakan Bawah, di sebelah timurnya Malioboro. Saya kira di situ banyak masyarakat yang sangat membutuhkan untuk penyaluran daging kurban," ujarnya saat dijumpai di RPH Giwangan, Rabu (27/5/2026).

Hasto memperkirakan sapi berbobot lebih dari satu ton itu dapat mencukupi kebutuhan ratusan keluarga penerima manfaat.

"Biasanya hampir 200 KK, malah sampai 300 KK kalau satu ton ya," katanya.

Dalam tinjauan tersebut, Hasto juga memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai prosedur, termasuk penanganan limbah pemotongan hewan. Ia mengatakan sudah beberapa kali mengecek langsung saluran dan penampungan limbah darah di RPH Giwangan agar tidak mencemari lingkungan.

"Saya sudah dua tiga kali ngecek di sini. Bagi saya limbah darah tidak boleh ke mana-mana. Maka ketika tadi ada yang keluar, tidak masuk, dan ada salurannya, ada penampungannya. Di sini yang paling penting olah limbahnya yang kita kontrol," kata Hasto.

Hasto juga mengimbau masyarakat dan takmir masjid yang memotong hewan kurban di luar rumah potong hewan agar memperhatikan kebersihan lingkungan dan tata kelola limbah. Menurutnya, jumlah hewan kurban di Kota Yogyakarta saat Idul Adha jauh melebihi kapasitas RPH, sehingga tak menutup kemungkinan pemotongan hewan kurban juga dilakukan secara mandiri.

Pemerintah Kota Yogyakarta, kata dia, tetap menerjunkan petugas dari Dinas Pertanian untuk melakukan pendampingan dan pemeriksaan kesehatan hewan maupun daging kurban di lokasi-lokasi penyembelihan warga.

"RPH ini kalau empat hari yang motong sekitar 200 ekor sampai 250 ekor, 300 ekor itu sudah maksimal. Tetapi saya pantau sejak kemarin jumlah sapi yang ada di Kota Yogyakarta yang akan dipotong itu sekitar 2.800 ekor. Kambingnya hampir 7.000 mendekati 8.000 ekor," ucapnya.

Panitia kurban diminta untuk tidak membuang limbah darah maupun sisa pemotongan sembarangan.

"Saya menghimbau kepada warga masyarakat, takmir-takmir masjid yang masih memotong di luar RPH, agar memperhatikan kebersihan dan olah limbahnya. Itu penting. Karena ini jelas limbahnya itu bukan limbah biasa. Dia harus betul-betul masuk ke saluran pembuangan limbah khusus," ucapnya.

Read Entire Article
Politics | | | |