Pariwisata Bukan Bidang Tunggal, Perkuat dengan Aspek Komunikasi Hingga Kreativitas

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pariwisata tidak lagi bisa dipahami sebagai bidang tunggal. Industri ini bersinggungan langsung dengan bisnis, teknologi, komunikasi, budaya, dan kreativitas.

“Karena itu, kami mengembangkan pendekatan interdisipliner. Mahasiswa tidak hanya belajar hospitality, tetapi juga diperkuat dengan bisnis digital dan public relations agar siap menghadapi dinamika industri,” ujar Rektor Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) Dr Ariani Kusumo Wardhani dalam peresmian IPTI di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026)

Menurut dia, kebutuhan industri saat ini bukan hanya tenaga terampil, tetapi juga lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pasar global.

Untuk itu, kata dia, IPTI menerapkan pembelajaran bahasa Inggris berbasis Cambridge dan mewajibkan mahasiswa memiliki sertifikasi internasional sebagai syarat magang dan kelulusan.

“Kami ingin kompetensi komunikasi lulusan terukur dan diakui secara global, tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia,” ujar dia.

Ketua Yayasan Menara Bhakti Nurani Pujiastuti menambahkan, pendirian IPTI merupakan bagian dari komitmen yayasan menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dan berkelanjutan.

“Pariwisata dan hospitality adalah wajah bangsa. SDM yang dihasilkan harus profesional, beretika, dan mampu membawa nilai lokal ke level internasional,” kata Nurani.

Sebagai bagian dari penguatan mutu pembelajaran, IPTI juga meresmikan fasilitas dapur dan restoran berstandar internasional. Fasilitas tersebut dirancang sebagai laboratorium praktik yang menyerupai kondisi industri sesungguhnya.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh rektor dan ketua yayasan. Dapur dan restoran itu akan digunakan mahasiswa untuk praktik kuliner, manajemen operasional, serta simulasi pelayanan tamu sesuai standar industri global.

Dalam rangkaian pembukaan, IPTI turut mengundang guru bimbingan konseling dan kepala sekolah SMA/SMK se-Jabodetabek.

Langkah ini dimaksudkan untuk membangun kesinambungan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi serta memberi pemahaman lebih komprehensif mengenai prospek karier di sektor pariwisata.

Dengan pendekatan interdisipliner, penguatan kompetensi global, dan dukungan fasilitas praktik, IPTI menargetkan lahirnya lulusan yang siap kerja dan mampu bersaing di industri pariwisata nasional maupun internasional.

Perguruan tinggi ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang kian kompleks di tengah pertumbuhan industri nasional dan global.

IPTI berada di bawah Yayasan Menara Bhakti, pengelola Universitas Mercu Buana yang telah lebih dari 40 tahun bergerak di bidang pendidikan tinggi. Pengalaman tersebut menjadi pijakan dalam membangun institusi baru yang berorientasi internasional namun tetap berpijak pada kekuatan lokal.

Read Entire Article
Politics | | | |