Dinkes Ungkap Dampak Kesehatan Paparan Limbah Kimia di Sungai Cisadane

3 hours ago 8

Bangkai ikan terdampar di daratan Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, Rabu (11/2/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan air serta mengkonsumsi ikan dari aliran sungai Cisadane yang tercemar bahan kimia pestisida imbas dari kebakaran gudang bahan kimia di Tangerang Selatan pada Senin (9/2) kemarin. Berdasarkan pantauan Republika, sejumlah bangkai ikan beragam ukuran tampak terlihat di dataran aliran Sungai Cisadane. Meski demikian, sejumlah masyarakat masih melakukan aktivitas seperti menjala dan memancing di sekitar aliran sungai tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Dini Anggraeni mengungkapkan dampak paparan limbah kimia dari air Sungai Cisadane. Dampak dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, mual, muntah, atau keluhan lainnya.

”Apabila masyarakat mengalami gejala atau keluhan setelah kontak dengan air Sungai Cisadane, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Untuk kondisi darurat masyarakat dapat menghubungi Call Center 112 atau 021-5577-1135,” ucapnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Banten, menggelar pemantauan kualitas air di Sungai Cisadane secara berkala hingga menunggu hasil laboratorium selesai usai terdeteksi adanya pencemaran bahan kimia berbahaya yakni pestisida. Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi di Tangerang, Kamis, mengatakan pemantauan dilakukan menggunakan alat pantau kualitas air yang diperbarui setiap jam, mengingat banyak masyarakat melakukan aktivitas di Sungai Cisadane.

Pemantauan dilakukan, kata dia, guna memastikan tak ada korban akibat bahan kimia yang bercampur di Sungai Cisadane. Pihaknya juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak menangkap, mengolah, ataupun mengonsumsi ikan yang berasal dari Sungai Cisadane, karena ada risiko terpapar zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan atau keracunan.

”Seluruh aktivitas yang memanfaatkan air Sungai Cisadane agar dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium resmi dirilis dan sungai dinyatakan kembali dalam kondisi aman,” katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |