Pemkab Brebes Genjot Pembangunan Infrastruktur dan Layanan Publik

3 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperluas layanan dasar setelah satu tahun masa pemerintahan berjalan. Langkah ini difokuskan untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan memperkuat perlindungan sosial masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Brebes Eko Warsito mengatakan, capaian tahun pertama ini menjadi fondasi percepatan pembangunan daerah sekaligus penguatan layanan publik. “Fokus pemerintah daerah adalah memastikan pelayanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat. Infrastruktur diperbaiki, layanan kesehatan diperluas, dan perlindungan sosial diperkuat. Ini menjadi pijakan untuk mempercepat kesejahteraan warga Brebes,” ujarnya.

Pemkab Brebes meningkatkan dan memperbaiki 287 ruas jalan kabupaten sepanjang 117,77 kilometer serta memperbaiki 65 jembatan. Pemerintah daerah juga memperkuat pengendalian banjir melalui perbaikan 99,8 kilometer drainase, normalisasi dan pembangunan 721,49 kilometer saluran pembuang dan tanggul, serta rehabilitasi 53,73 kilometer tanggul bantaran sungai.

Akses layanan dasar turut diperluas melalui pembangunan 1.742 sambungan rumah tangga air bersih dan penambahan jaringan sepanjang sekitar 54 kilometer. Di sektor pertanian, pemeliharaan 2.541 hektare daerah irigasi dilakukan untuk menjaga produktivitas dan ketahanan pangan.

Di bidang kesehatan, layanan ibu dan anak menjangkau 20.298 ibu hamil, 21.944 ibu bersalin, serta pemantauan 113.759 balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Program Nakes Door to Door juga melayani lebih dari 204 ribu warga, sementara 89.929 warga memperoleh perlindungan melalui program Jamkesda.

Pemerintah daerah juga memperkuat pelayanan administrasi kependudukan dengan melayani 773.798 warga dalam penerbitan dokumen kependudukan. Program perlindungan sosial daerah menjangkau 3.958 warga, sementara 2.000 keluarga graduasi dari Program Keluarga Harapan menandai peningkatan kemandirian ekonomi.

Sebanyak 1.375 rumah tidak layak huni direnovasi melalui program bedah rumah, disertai program jambanisasi yang menjangkau 1.581 rumah tangga. Peningkatan jalan lingkungan sepanjang 32,17 kilometer dan pemasangan 827 titik penerangan jalan juga dilakukan untuk memperbaiki kualitas permukiman.

Perbaikan fasilitas pendidikan dilakukan di 239 sekolah. Pemerintah daerah juga menjalankan program kesempatan kedua bagi 13.081 warga dewasa, beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana bagi 480 mahasiswa, serta program Gas Rolas yang mengembalikan 628 anak ke bangku sekolah.

Sepanjang tahun pertama, Brebes tercatat tanpa konflik sosial besar dan meraih sejumlah penghargaan nasional, antara lain Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya, Innovative Government Award 2025, serta penghargaan pelayanan publik dari Kementerian PANRB untuk RSUD Brebes.

Eko Warsito mengatakan, pemerintah daerah juga mendorong pemerataan akses digital melalui program Brebes Merdeka Internet dengan menyediakan akses internet gratis di ruang publik. Ia menambahkan, stabilitas daerah yang terjaga menjadi modal penting dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi ke depan.

Pemkab Brebes menargetkan percepatan pembangunan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya saing daerah.

Read Entire Article
Politics | | | |