Polri Perkuat Program Makan Bergizi Gratis: Dari Penajam Paser Utara hingga Wilayah 3T Papua Barat

3 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, NASIONAL – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmen penuh dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia.

Program yang diresmikan secara serentak oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Jumat (13/2) ini, menargetkan pembangunan hingga 1.500 unit SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan pada akhir tahun 2026.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa SPPG Polri bukan sekadar dapur penyedia makanan, melainkan simbol kehadiran negara dalam memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi layak untuk mencetak generasi yang sehat dan berdaya saing tinggi.

Implementasi di Kalimantan Timur dan Maluku Utara

Di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, SPPG Polres setempat resmi beroperasi dengan melibatkan 47 penjamah makanan dari masyarakat lokal yang telah bersertifikat. Kapolres AKBP Andreas Alek Danantara menjelaskan bahwa dapur yang dikelola Yayasan Bhayangkari ini memiliki kapasitas produksi hingga 1.200 porsi per hari.

"Setiap porsi diawasi ketat oleh ahli gizi untuk menjamin keamanan dan kualitasnya. Kami juga mengutamakan bahan pangan dari petani lokal sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi," ujar Andreas. Hingga saat ini, telah beroperasi 10 dapur penyedia di Penajam dengan target total mencapai 24 unit.

Sementara itu, di Kota Ternate, Maluku Utara, Polri meresmikan SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan di Kelurahan Takoma. Fasilitas ini didukung oleh 51 personel lintas fungsi untuk melayani 2.404 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Wakapolda Malut, Brigjen Pol Stephen M. Napiun, menekankan pentingnya standar kebersihan dan keamanan agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui secara berkelanjutan.

Menjangkau Wilayah 3T di Papua Barat

Tantangan terbesar pelaksanaan program ini berada di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Di Papua Barat, Polda setempat mulai mengoperasikan SPPG khusus daerah 3T di Kampung Wamesa, Kabupaten Kaimana. Terletak di lokasi dengan akses geografis yang berat dan cuaca ekstrem, dapur ini melayani 123 penerima manfaat yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP).

Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol Sulastiana, menyebutkan bahwa hingga kini pihaknya telah memiliki delapan unit SPPG yang menjangkau 4.871 penerima manfaat dan menyerap 181 tenaga kerja lokal. "Meski menghadapi kendala distribusi bahan baku, kami berkomitmen mengoptimalkan operasional di wilayah 3T demi keberhasilan program prioritas Presiden," tegasnya.

Kehadiran SPPG di berbagai pelosok nusantara ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi generasi muda, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan hasil bumi petani di setiap daerah.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |