REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suzuki Indonesia menargetkan market share penjualan mobil mereka sebesar 9,5 persen. Angka ini disampaikan oleh Dony Saputra, Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, kepada awal media selepas acara media gathering Suzuki di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Ia menyatakan, dibandingkan 2024, ada penurunan angka penjualan mobil Suzuki sepanjang 2025. Namun, market share mereka tidak turun di angka retail sales. Sementara untuk wholesales, market share Suzuki justru naik meskipun ada penurunan angka dari 2024 ke 2025.
"Itu membuat kami opstimistis dan menargetkan market share tahun ini sebesar 9,5 persen," kata Donny.
Sepanjang 2024, Suzuki Indomobil Sales mencatatkan angka 69.392 untuk retail sales dengan market share 7,8 persen. Untuk wholesales, angkanya mencapai 66.809 atau setara market share 7,7 persen.
Sementara tahun lalu, retail sales berada di angka 64.838 dengan market share tak berubah, yakni 7,8 persen. Sementara angka wholesales berada di 66.345 dengan market share meningkat menjadi 8,3 persen.
Donny mengatakan, optimisme Suzuki Indomobil Sales juga berdasarkan fakta bahwa 88 persen penjualan sepanjang 2025 didominasi oleh mobil produksi lokal. "Hal ini merupakan kesuksesan Suzuki dalam mendukung perkembangan industri otomotif Tanah Air,” kata dia.
Dominasi New Carry dan New XL7 sepanjang 2025
Dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat terlihat dari dominasi segmen kendaraan komersial. New Carry konsisten menjadi pilihan utama para pelaku usaha, dengan kontribusi mencapai 47 persen dari total penjualan ritel. Angka ini merefleksikan tingginya kebutuhan pasar terhadap kendaraan niaga yang tahan lama dan efisien dalam biaya operasional.
Beralih ke segmen kendaraan penumpang, tren pasar menunjukkan minat yang kuat terhadap model Sport Utility Vehicle (SUV). New Suzuki XL7 menjadi penyumbang terbesar di kategori ini dengan porsi 20 persen, mengakomodasi kebutuhan konsumen akan mobil keluarga 7 penumpang yang fungsional.
Lini SUV Suzuki semakin lengkap dan kompetitif dengan kehadiran Fronx. Mengusung gaya Coupe SUV yang modern, model ini diproduksi langsung di pabrik Cikarang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus diproyeksikan untuk pasar ekspor ke berbagai negara.
Sejak diluncurkan pada Mei 2025, Fronx sukses mencatatkan penjualan hampir 10.000 unit atau setara 14 persen dari total penjualan Suzuki. Penerimaan pasar yang positif ini juga diperkuat dengan raihan 13 penghargaan nasional, termasuk predikat Car of the Year 2025.
Selain popularitas model SUV, tahun 2025 juga menjadi momentum penting bagi adopsi teknologi elektrifikasi di Indonesia. Ketersediaan varian teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) pada model-model kunci seperti Grand Vitara, New XL7, dan Fronx berhasil mengubah perspektif konsumen tentang kendaraan yang efisien namun tetap terjangkau.
“Penerimaan terhadap teknologi hybrid ternyata sangat positif. Berdasarkan data dari Gaikindo, enam dari sepuluh pembeli mobil penumpang Suzuki kini menjatuhkan pilihannya pada varian hybrid. Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat kini bisa menikmati efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik, sekaligus ikut memberikan kontribusi nyata dalam pengurangan emisi karbon melalui kendaraan yang mereka gunakan sehari-hari,” kata Donny.

2 hours ago
1














































