70 Juta Warga Ikuti CKG, Pemerintah Gencarkan Jemput Bola untuk Tingkatkan Kesadaran Kesehatan

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan telah diikuti oleh 70 juta warga sepanjang 2025. Capaian ini dicapai melalui 10.225 Puskesmas di seluruh Indonesia sejak program ini diluncurkan tepat setahun lalu pada 10 Februari 2024.

"Alhamdulillah, sudah 70 juta orang setahun ini, per Desember 2025, yang memang sudah ikut CKG ini. Jadi, Alhamdulillah, sudah berjalan lancar," ujar Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia Ghina Ghaliya saat meninjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, Selasa.

Kesadaran Masyarakat Masih RendahMeski telah diakses jutaan warga, Ghina mengakui kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan masih perlu ditingkatkan. Ia mengamati masih banyak warga yang takut memeriksakan diri karena khawatir mengetahui penyakit yang dideritanya.

"Karena memang masyarakat ini kan agak takut ya kalau untuk cek kesehatan itu, kesannya kita nanti tahu kita punya penyakit apa. Tapi memang perlu," katanya.Ghina menekankan bahwa sosialisasi yang lebih masif perlu dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan CKG minimal satu tahun sekali.

"Jadi kalau misalnya nggak dicek, malah kita nggak tahu kan kita sakit apa. Jadi itu yang memang belum disosialisasikan dengan baik. Harus lebih kita rajin-rajin jemput bola, di segala tempat kita mulai," katanya.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sahruna yang mengaku perlu mengubah pola pikir warga yang biasanya baru datang ke fasilitas kesehatan saat sudah merasa sakit."Kendalanya adalah tingkat kesadaran masyarakat. Target kita adalah masyarakat yang sehat. Selama ini, masyarakat datang ke Puskesmas hanya dalam kondisi sakit, itu tantangan kami," ungkap Sahruna.

Strategi Jemput BolaUntuk mengatasi rendahnya kesadaran tersebut, pemerintah akan menerapkan strategi jemput bola sehingga warga tidak perlu mendatangi Puskesmas untuk mengecek kesehatannya. "Kita juga akan jemput bola, misalnya di tempat kerja, sekolah-sekolah, kantor pemerintahan, bahkan di mal juga sudah ada. Menurut saya, program ini sangat sayang untuk dilewatkan, minimal satu tahun sekali cek kesehatan," kata Ghina.

Ia mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjemput bola masyarakat agar teredukasi mengenai CKG mulai dari sekolah, tempat kerja, kantor pemerintahan, dan di mal besar.

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat juga berencana berkoordinasi dengan komunitas, posyandu, sekolah, bahkan pasar tradisional agar seluruh warga terinformasi dengan baik mengenai program CKG.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |