REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) bersama PT Sucofindo (Persero) memulai pembangunan sarana air bersih di desa melalui program pembangunan 70 sumur yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kick-off program dilakukan di Meunasah Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, sebagai awal pelaksanaan proyek penyediaan akses air bersih bagi masyarakat desa.
Program ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-70 Sucofindo pada 22 Oktober 2026 sekaligus menargetkan perluasan akses layanan dasar di wilayah pedesaan. Direktur Utama Sucofindo Sandry Pasambuna mengatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan air nasional dan kesejahteraan masyarakat.
“Program penyediaan air bersih bagi masyarakat ini juga merupakan implementasi Asta Cita dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan air nasional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sandry dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Sandry menjelaskan pembangunan sumur air bersih merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan prinsip keberlanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurut Sandry, anggota holding BUMN Jasa Survei tersebut berupaya memperluas kontribusi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap kehadiran Sucofindo tidak hanya dirasakan melalui layanan bisnis, tetapi juga melalui dampak sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Sandry.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya peningkatan akses air bersih dan pembangunan desa berkelanjutan. Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), Sucofindo turut memastikan aspek kualitas, keselamatan, keberlanjutan, serta kepatuhan standar dalam pembangunan sarana air bersih.
“Kami berharap kolaborasi antara Sucofindo dan Abpednas dapat memperkuat sinergi antara BUMN, organisasi desa, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Sandry.
Melalui program bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa”, pembangunan sarana air bersih dilakukan di 70 titik wilayah operasional Sucofindo yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Program ini diproyeksikan memberi manfaat langsung bagi sekitar 3.500 hingga 7.000 masyarakat desa yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Ketua Umum Abpednas sekaligus Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta, Indra Utama, menilai kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam memperkuat pembangunan desa dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, Abpednas bersama Sucofindo ingin memastikan pembangunan hadir hingga ke desa yang membutuhkan. Program ini juga menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs dan pembangunan desa yang lebih merata,” kata Indra.
Indra menambahkan akses air bersih tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat desa. Program ini dinilai sejalan dengan Tujuan ke-6 SDGs mengenai penyediaan air bersih dan sanitasi layak secara berkelanjutan.
Ketua Dewan Pengawas Abpednas Reda Manthovani menekankan pentingnya tata kelola dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program sosial yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat.
“Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam program ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan akses layanan dasar di pedesaan,” kata Reda.

5 hours ago
8
















































