BYOND 6,55 Juta User dan QRIS Saudi Jadi Strategi BSI Rebut Generasi Muda

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mulai agresif membidik generasi muda melalui layanan digital dan ekosistem haji. Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat, bank syariah terbesar di Indonesia itu melihat anak muda kini tidak hanya aktif bertransaksi digital, tetapi juga mulai menyiapkan haji dan investasi emas sejak dini.

Hingga kuartal I 2026, pengguna aplikasi BYOND milik BSI mencapai 6,55 juta user dengan total transaksi sebesar Rp 223 triliun. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kelompok usia produktif kini menjadi sumber pertumbuhan baru perseroan.

Source of growth kami berikutnya adalah generasi muda,” kata Anggoro dalam paparan kinerja Triwulan I 2026 BSI, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, tren tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah nasabah tabungan haji dan emas digital dari kelompok usia 21-40 tahun. BSI mencatat jumlah rekening tabungan haji kini mencapai 7,25 juta nasabah. Sementara jumlah pengguna tabungan emas sudah menembus satu juta nasabah.

Anggoro mengatakan, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Anak muda kini dinilai lebih sadar menyiapkan kebutuhan ibadah dan investasi jangka panjang.

Untuk menjangkau segmen tersebut, BSI terus memperkuat layanan digital melalui aplikasi BYOND dan pengembangan transaksi QRIS lintas negara.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, layanan QRIS BSI saat ini sudah dapat digunakan di Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.

BSI kini tengah menyiapkan pengembangan QRIS di Arab Saudi untuk mendukung transaksi Jamaah haji dan umrah asal Indonesia. “Kami sedang mengembangkan penggunaan QRIS di Arab Saudi sesuai strategi ekspansi layanan haji dan umrah,” ujar Anton.

Selain itu, BSI juga mengembangkan layanan merchant digital melalui BYOND Merchant Apps yang dilengkapi fitur soundbox atau notifikasi suara transaksi. Menariknya, fitur suara tersebut disiapkan dengan berbagai pilihan bahasa dan dialek daerah di Indonesia.

Menurut Anton, langkah tersebut dilakukan agar layanan digital BSI terasa lebih dekat dengan masyarakat di berbagai daerah.

Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, digitalisasi menjadi salah satu kunci pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai layanan digital memudahkan masyarakat mengakses produk syariah, mulai dari tabungan haji hingga investasi emas.

“Sekarang masyarakat bisa membeli emas mulai Rp 50 ribu lewat aplikasi,” kata Ade.

BSI menilai kombinasi layanan digital, haji, dan emas akan menjadi kekuatan baru perseroan untuk menarik generasi muda ke industri keuangan syariah.

Read Entire Article
Politics | | | |