Bakal Impor Migas dari AS, Pertamina Jamin Skema Transparan

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC — PT Pertamina (Persero) memastikan skema impor energi dari Amerika Serikat (AS) berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menerangkan proses ini tetap mengacu pada mekanisme tender dan bidding terbuka, tanpa penunjukan langsung.

Simon menjelaskan, skema ini menjadi jembatan menuju ketahanan dan kemandirian energi Indonesia. Seluruh jajaran Pertamina, termasuk K3S dan SKK Migas, terus mendorong peningkatan produksi lifting yang tengah mengalami penurunan alami melalui terobosan dan kerja keras intensif.

“Yang kami jalankan selama ini tentunya proses ini akan melalui mekanisme tender dan bidding. Jadi tidak ada penunjukan langsung tetapi seperti biasa mekanisme tender dan bidding yang tentunya terbuka,” kata Dirut Pertamina di hadapan media di Washington, dikutip Sabtu (21/2/2026) pagi WIB.

Selain menjaga proses yang transparan, Pertamina telah menyosialisasikan prosedur dan persyaratan bagi mitra dari Amerika Serikat. Simon menegaskan, langkah ini juga untuk memastikan diversifikasi sumber energi sehingga harga yang diperoleh lebih kompetitif bagi kebutuhan dalam negeri.

Dengan kesepakatan ini, porsi impor LPG dari AS yang selama ini sekitar 57 persen diproyeksikan meningkat hingga 70 persen. Sementara untuk crude oil, Pertamina mendorong peningkatan volume impor dari AS tanpa mengurangi komitmen terhadap mitra lain di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.

Simon menekankan bahwa kesepakatan ini bersifat win-win, menghormati regulasi masing-masing negara, dan diharapkan finalisasi selesai dalam 90 hari ke depan. Dukungan pemerintah berupa keputusan perizinan dan regulasi lain diperlukan agar proses berjalan sesuai aturan dan compliance.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan, alokasi pembelian energi dari AS tidak menambah volume impor keseluruhan, melainkan menggeser sebagian dari negara lain. Langkah ini diterapkan untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan serta mekanisme keekonomian yang saling menguntungkan kedua pihak.

“Volumenya untuk Amerika kita harus belanja 15 miliar dolar AS. Itu sudah final. Switch-nya dari mana-mana itu tiga minggu dari sekarang,” ujar Bahlil, menekankan penghitungan rasio pengalihan impor dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.

Di sektor hilirisasi energi terbarukan, pemerintah menyiapkan mandatory blending etanol dengan bensin hingga 5–10 persen pada 2028. Bahlil memastikan impor sementara bisa dilakukan, termasuk dari AS, untuk menutup kekurangan produksi dalam negeri. Langkah ini diharapkan memperkuat peluang industri lokal melalui harga bahan baku yang lebih kompetitif.

Read Entire Article
Politics | | | |