Umat Islam melaksanakan shalat tarawih pertama di Masjid Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (18/2/2026). Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada Kamis 19 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki hari ketiga Ramadhan 1447 Hijriah, suasana hangat dan penuh kedamaian menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan. Bagi warga setempat, bulan suci ini bukan sekadar menjalankan ibadah puasa, melainkan menjadi momentum emas untuk mempererat tali silaturahmi.
Masjid-masjid ikonik seperti Masjid Cheng Ho yang bergaya arsitektur khas Tionghoa dan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo menjadi titik kumpul utama warga.
Budi Nasra (34), salah seorang jamaah di Masjid Cheng Ho, menuturkan bahwa Ramadhan memberikan jeda dari kesibukan kerja, memungkinkan sesama warga untuk kembali saling bertegur sapa dan memaafkan. Tak hanya warga lokal, Masjid Agung Palembang juga menjadi magnet wisata religi bagi lintas generasi, mulai dari Generasi Z hingga lansia.
M. Isro (27), jamaah asal Empat Lawang, merasakan langsung kehangatan persaudaraan saat melihat banyak warga berkumpul untuk tadarus Alquran dan berzikir bersama. Semangat menjaga persatuan ini sejalan dengan pesan Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, yang mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk fokus menyucikan diri dan menciptakan suasana damai selama bulan ampunan ini.
Namun, di balik kekhusyukan ibadah dan hangatnya silaturahmi, pemerintah daerah di berbagai wilayah juga bekerja keras memastikan kebutuhan perut masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau. Di Kalimantan Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan melakukan gerak cepat berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Fokus utamanya adalah menjaga pasokan dan stabilitas harga bahan pokok yang biasanya melonjak tajam saat Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.
Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kini diperkuat untuk memantau distribusi komoditas strategis mulai dari beras, minyak goreng, daging, hingga cabai dan bawang. Langkah ini diambil agar stok pangan tetap mudah didapat dan harganya tidak mencekik kantong masyarakat. Sinergi ini juga melibatkan peran BUMD sektor pangan untuk mengantisipasi ketergantungan pasokan dari luar Kalimantan.
sumber : Antara

3 hours ago
4















































