Benteng Siber Kokoh di Balik Melesatnya Kinerja Grup BCA

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah digitalisasi perbankan yang kian masif, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyadari bahwa kepercayaan nasabah adalah aset yang paling berharga.

Untuk menjaga amanah tersebut, BCA terus memperkuat "perisai" siber mereka melalui integrasi tiga pilar utama: manusia (people), proses (process), dan teknologi (technology). SVP IT Security BCA, Ferdinan Marlim, menegaskan bahwa perusahaan kini mengadopsi kerangka kerja internasional dari National Institute of Standards and Technology (NIST) untuk memetakan risiko secara sistematis.

Bukan sekadar jargon, langkah konkret diambil dengan mengoperasikan Security Monitoring Center selama 24 jam penuh guna mendeteksi ancaman seperti phishing hingga serangan DDoS. Dari sisi teknologi, BCA telah mengantongi berbagai sertifikasi ISO untuk menjamin keamanan data pribadi dan jasa pembayaran.

Namun, BCA juga sadar bahwa celah terkecil seringkali ada pada faktor manusia. Oleh karena itu, simulasi serangan palsu rutin dilakukan kepada karyawan dan direksi untuk menguji sejauh mana mereka tetap waspada terhadap jebakan situs bodong.

Ketegasan dalam sistem keamanan ini rupanya berbanding lurus dengan pertumbuhan bisnis yang sehat, sebagaimana yang ditunjukkan oleh anak usahanya, BCA Syariah. Sepanjang tahun 2025, BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan aset yang solid sebesar 15,4 persen menjadi Rp19,2 triliun.

Tak hanya aset, laba bersih perseroan pun turut terkerek naik 15,4 persen mencapai Rp212 miliar. Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menyebut capaian ini sebagai cerminan kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah yang modern.

Pertumbuhan BCA Syariah didorong oleh penyaluran pembiayaan yang ekspansif namun tetap terjaga kualitasnya, dengan rasio NPF gross yang rendah di level 1,57 persen. Sektor komersial dan konsumer seperti KPR serta pembiayaan emas menjadi primadona.

Di sisi pendanaan, minat masyarakat untuk menabung di bank syariah juga melonjak, terlihat dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 17,1 persen, dengan dominasi dana murah (CASA) yang naik signifikan hingga 25,7 persen.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |