Para pimpinan negara anggota menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian AS di Washington, AS, 19 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan Indonesia telah menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) meski tidak menyetor iuran sebesar 1 miliar dolar AS. Menurut Sugiono, kontribusi 1 miliar dolar AS yang sempat dibahas sebelumnya, bukan merupakan iuran wajib atau syarat keanggotaan tetap. Namun, Indonesia berkontribusi dalam pengiriman 8.000 pasukan penjaga keamanan.
"Jadi dari awal saya bilang ini yang namanya itu bukan iuran keanggotaan. Bukan syarat keanggotaan, tidak. Kita sekarang sudah anggota, enggak perlu bayar juga enggak apa-apa," ujar Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2/2026) malam waktu setempat.
Ia meluruskan anggapan bahwa Indonesia belum menyetor dana sehingga status keanggotaannya dipertanyakan. Menurutnya, tidak ada kewajiban pembayaran iuran tertentu untuk menjadi anggota tetap dalam forum tersebut.
Pembahasan sebelumnya terkait angka 1 miliar dolar AS, merujuk pada skema kontribusi apabila suatu negara ingin mengambil peran tertentu, seperti menjadi anggota permanen. Namun, hal itu berbeda dengan status keanggotaan biasa yang saat ini dipegang Indonesia.
Terkait klaim adanya komitmen pendanaan hingga 5 hingga 7 miliar dolar AS, Sugiono mengatakan angka tersebut merupakan pledges dari sejumlah negara lain dan berada di luar skema iuran keanggotaan Board of Peace.
Mekanisme kontribusi dapat dilakukan dengan cara yang beragam. Selain dana dan pasukan, terdapat pula skema kontribusi individu yang disalurkan melalui rekening khusus, termasuk yang dikelola oleh World Bank.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Indonesia memilih berpartisipasi melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian. Pemerintah menyiapkan sekitar 8.000 personel untuk mendukung misi yang disepakati dalam forum tersebut.
"Ada yang (kontribusi) uang, ada yang pasukan, ada yang orang per orang kirim ke rekening yang di World Bank kemarin," jelasnya.
sumber : Antara

2 hours ago
4















































