Bapanas Intensifkan Satgas Saber di 38 Provinsi Jelang Ramadan

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengintensifkan operasi Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan secara serentak di 38 provinsi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok strategis nasional, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir rantai pasok pangan, mencakup produsen, distributor, pedagang grosir, ritel modern, hingga pedagang eceran. Satgas Saber menutup ruang praktik penimbunan, spekulasi, serta pengambilan keuntungan berlebih yang berpotensi memicu anomali harga.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, operasi Satgas Saber dilakukan setiap hari hingga Lebaran guna memastikan pasar tetap terkendali. “Satgas Saber Pelanggaran Pangan bekerja setiap saat. Setiap hari sampai selesai nanti Idulfitri,” kata Ketut di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Cakupan pengawasan Satgas Saber terus meluas sepanjang awal Februari 2026. Pada 7 Februari, pengawasan tercatat berlangsung di 1.343 titik yang tersebar di 38 provinsi dan 507 kabupaten/kota. Sehari kemudian, 8 Februari, pemantauan dilakukan di 1.309 titik pada 37 provinsi dan 498 kabupaten/kota.

Ketut menuturkan, perluasan pengawasan terus didorong agar seluruh daerah aktif melaporkan kondisi harga di wilayah masing-masing. “Ini terus berkembang, bergerak terus, sehingga harapan kami 38 provinsi dapat terus berjalan. Seluruh 514 kabupaten/kota bisa melaporkan pantauan harganya,” ujar tokoh yang juga bertugas sebagai Ketua Pelaksana Satgas Saber Tingkat Pusat ini.

Dari total 1.309 titik pemantauan, Satgas Saber menjangkau seluruh mata rantai pasok pangan nasional. Rinciannya meliputi 860 titik pedagang atau pengecer, 215 ritel modern, 131 pedagang grosir, 75 distributor, 10 agen, serta 18 produsen.

Dampak pengawasan intensif mulai tercermin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS). Hingga pekan pertama Februari 2026, BPS mencatat peningkatan jumlah daerah yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada sejumlah komoditas pangan strategis.

Penurunan IPH paling signifikan terjadi pada telur ayam ras dengan 215 kabupaten/kota mengalami penurunan, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 152 kabupaten/kota. IPH bawang putih juga menurun di 128 kabupaten/kota. Untuk komoditas beras, penurunan IPH tercatat di 72 kabupaten/kota, sementara minyak goreng mengalami penurunan IPH di 165 kabupaten/kota.

Pada komoditas daging sapi, BPS mencatat 23 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH, meningkat dari 18 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya. Jumlah daerah yang mencatat kenaikan IPH daging sapi juga menurun dari 50 kabupaten/kota menjadi 42 kabupaten/kota.

Ketut menilai pergerakan harga daging sapi sangat dipengaruhi kondisi harga di tingkat Rumah Potong Hewan (RPH). “Kalau RPH ada naik harga seribu saja, itu bisa menyebabkan kenaikan harga daging sapi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Satgas Saber kerap mendatangi RPH yang terindikasi menaikkan harga untuk memastikan penyesuaian segera dilakukan. “Kami pastikan mereka segera menurunkan, sehingga harga daging sapi di konsumen bisa antara Rp 130 ribu sampai Rp 140 ribu,” kata Ketut.

Penguatan pengawasan hulu sejalan dengan publikasi BPS bertajuk Distribusi Perdagangan Komoditas Daging Sapi Indonesia Tahun 2025. Laporan tersebut mencatat distribusi daging sapi langsung dari produsen ke rumah tangga mencapai 34,20 persen, sementara margin perdagangan dan pengangkutan dapat menembus 76,65 persen apabila melalui jalur distribusi panjang.

Sebaliknya, distribusi yang lebih efisien mampu menekan margin hingga 15,66 persen. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi pemerintah sejak tahap penggemukan sapi dan RPH agar harga di tingkat konsumen tetap wajar.

Satgas Saber juga bergerak menangani wilayah defisit pasokan dan fluktuasi harga ekstrem. Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menjadi salah satu perhatian setelah harga beras dilaporkan sempat mencapai Rp 1 juta per karung.

Melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), Bapanas menyalurkan beras SPHP 500 kilogram, beras premium 1.500 kilogram, serta minyak goreng MinyaKita 1.200 liter. Seluruh pasokan dilepas sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan disalurkan melalui Gerakan Pangan Murah menjelang Ramadan.

Read Entire Article
Politics | | | |