BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian-SMBC Corporation, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk Holding Ultra Mikro (UMi) yang beranggotakan PT Pegadaian dan PNM terus memperkuat sinergi ekosistem pembiayaan inklusif sebagai upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Salah satunya tecermin dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis antara Pegadaian dan SMBC Corporation pada ajang Indonesia-Japan Strategic Partnership Forum yang mengusung tema “Value Co-Creation: Building the Future of Energy, Industry, and Global Supply Chains”, di The Imperial Hotel Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

Forum yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, JETRO, KBRI Tokyo, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, METI Jepang, Keidanren, JCCI, dan Japinda ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi strategis Indonesia–Jepang. Sekaligus, forum ini mengidentifikasi peluang kemitraan baru dengan memanfaatkan kerangka kerja IJEPA (Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement).

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya BRI Group memperluas akses pendanaan, termasuk melalui skema pembiayaan global (offshore financing), guna memperkuat kapasitas pembiayaan segmen ultra mikro dan UMKM di Indonesia.

CEO BRI Group Hery Gunardi mengungkapkan, sebagai induk Holding Ultra Mikro, BRI berperan sebagai orkestrator dalam membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan BRI, Pegadaian, dan PNM.

“Sinergi ini tidak hanya memperluas akses keuangan, juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan end-to-end, mulai dari pembiayaan, pendampingan usaha, hingga literasi keuangan,” ujarnya melalui keterangan, Kamis (9/4/2026).

Hery juga menyampaikan, kolaborasi Pegadaian dengan mitra global merupakan bagian dari strategi besar Holding Ultra Mikro untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.

“BRI terus mendorong sinergi dan transformasi di seluruh entitas, termasuk Pegadaian agar mampu memperluas akses pembiayaan inklusif dan berkelanjutan,’’ katanya.

Ia pun berharap, kolaborasi memperkuat kapasitas pendanaan, sekaligus memberikan multiplier effect yang lebih luas bagi pemberdayaan segmen ultra mikro dan UMKM.

Tercatat, hingga akhir Desember 2025, Holding Ultra Mikro BRI Group menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif, dengan total lebih dari 187 juta rekening simpanan mikro. Pada periode yang sama, ekosistem Holding UMi ini juga mencatat capaian signifikan, sebanyak 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas.

Selain itu, layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional. Hingga akhir Desember 2025 simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro BRI Group mencapai 17,1 ton atau tumbuh 65,5 persen YoY.

Kerja sama Pegadaian dan SMBC merupakan bagian dari penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang, sekaligus mendukung nawacita dan agenda pembangunan Presiden Prabowo Subianto. Khususnya, dalam perluasan akses keuangan yang berkelanjutan dan penguatan ekosistem industri keuangan nasional.

Sebagai bagian dari bullion ecosystem di Indonesia, Pegadaian menempatkan kolaborasi dengan mitra global seperti SMBC Group sebagai bagian dari transformasi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pendanaan, kapabilitas ESG, dan daya saing di tingkat regional, sejalan dengan program Asta Cita pemerintah.

Penandatanganan MoU antara Pegadaian dan SMBC dilakukan pada rangkaian acara Japan-Indonesia Business Forum dan disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto, CEO Danantara Rosan Roeslani, Deputy President and Representative Executive Officer Sumitomo Mitsui Financial Group, Inc, Yoshihiro Hyakutome, SMBC Group Takeshi Kimoto, Henoch Munandar selaku Direktur Utama PT Bank SMBC Indonesia dan juga Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha.

Melalui MoU ini, Pegadaian dan SMBC menyepakati kolaborasi strategis mencakup penyediaan fasilitas kredit oleh SMBC kepada Pegadaian, termasuk fasilitas tematik dalam bentuk social loans untuk mendukung pembiayaan sektor berdaya guna sosial tinggi.

Fasilitas ini juga menjadi pijakan awal bagi Pegadaian dalam mengembangkan akses pendanaan luar negeri (offshore loan) guna mendukung ekspansi usaha perseroan secara berkelanjutan.

Read Entire Article
Politics | | | |